×

Stay in The know

Motherhood

Ajak Si Kecil Belajar Makan Sendiri yuk, Bu!

Ajak Si Kecil Belajar Makan Sendiri yuk, Bu!
Asti Ajani

Wed, 16 January 2019 at 16.05

Saat anak sudah menginjak usia 1,5 tahun, mulailah untuk mengajari anak makan sendiri.

Durasi baca: 1 menit


Bagi beberapa orang tua menyuapi balita bisa menjadi sebuah drama tersendiri. Anak memang lebih senang bermain, dibanding harus duduk diam untuk makan. Biasanya, agar lebih cepat dan tidak berantakan, orang tua memilih menyuapi anak sambil mengajak mereka bermain atau jalan-jalan. 


Bagi orang dewasa, makan sendiri merupakan hal yang mudah dilakukan, tapi tidak demikian dengan anak. Anak perlu belajar untuk makan dengan baik sebagai bagian dari perkembangannya. Memang, mengajari anak makan sendiri bukan perkara mudah. Tapi, menyuapi anak terus-terusan sampai ia besar juga tidak baik.

(BACA JUGA: Pendidikan Karakter Anak Usia Dini)


Menurut psikiater anak Dr dr Tjhin Wiguna, SpKJ, membiarkan anak makan sendiri akan menstimulasi gerak motorik halusnya. Bila anak selalu makan disuapi maka manfaat tersebut akan hilang. Dengan alasan agar tidak berantakan dan cepat, orang tua sering tidak mengizinkan anaknya yang masih kecil makan sendiri. Padahal makan sendiri punya banyak manfaat bagi anak. 



WHO merekomendasikan bahwa anak seharusnya diberikan camilan pada usia 9-11 bulan karena pada saat ini anak sudah bisa menggenggam. Selain itu, menurut dr Tjhin anak usia 2-3 tahun sudah harus dibiasakan menggunakan alat makan seperti sendok dan garpu kecil. 


Anak yang sejak dini dibiasakan untuk belajar meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut diharapkan menjadi lebih terampil menggunakan motorik halus lain seperti mewarnai atau menggambar. Itulah sebabnya Anda perlu memantapkan diri dan dukung anak Anda belajar makan sendiri dengan cara:


STIMULASI DENGAN FINGER FOOD

Saat anak sudah berusia 9 bulan, Anda bisa mulai mengenalkan anak pada finger food atau makanan yang mudah digenggam. Cara ini membantu melatih anak menggenggam dan membawa makanan ke mulutnya.


Perhatikan juga apakah si Kecil sudah bisa duduk tegak, meraih benda di sekelilingnya, mengunyah, dan mengeluarkan makanan yang tidak disukainya. Jika si Kecil sudah memiliki kemampuan tersebut, Anda dapat mengajaknya belajar makan finger food. 



Pilihlah finger food yang lunak sebagai tahap awal. Contohnya, buah apel yang telah dipotong kecil, pepaya, brokoli kukus, ubi kukus, dan sebagainya. 


TANAMKAN KEBIASAAN SEJAK DINI

Orang tua perlu membangun kesadaran anak tentang rasa lapar dan kebiasaan makan paling tidak mulai usia 8 bulan. Tak ada salahnya untuk sesekali mulai mengajak anak makan dengan sendok. 


Anda mungkin akan merasa kesal saat anak selalu menjatuhkan makanannya saat makan sendiri dengan sendok. Namun, hal ini merupakan bagian dari perkembangan anak. Pada usia 18 bulan atau 1,5 tahun, anak mungkin akan lebih lihai menggunakan sendok untuk memberi makan dirinya sendiri. 


Jika dilatih sejak dini, pada usia 2 tahun atau 3 tahun, anak sudah bisa lebih mudah menggunakan sendok tanpa bantuan orang lain. 

(BACA JUGA: Pentingnya Sarapan untuk Anak Sebelum Beraktivitas)


TETAP SABAR

Hal terpenting saat melatih anak makan adalah Anda harus sabar. Orang dewasa mungkin bisa menghabiskan makan dalam waktu 15 menit tapi anak-anak mungkin membutuhkan 1 jam untuk makan. Belum lagi masalah makan dengan belepotan dan berantakan. Orang tua harus ekstra sabar dalam mengajari anak cara makan yang benar. 


(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/Pixabay, Babycenter.com)

You Might Also LIke