×

Stay in The know

Motherhood

9 Cara Mencegah Obesitas Pada Anak Yang Berawal dari Peran Orangtua

9 Cara Mencegah Obesitas Pada Anak Yang Berawal dari Peran Orangtua
Saskia Damanik

Sun, 31 July 2016 at 09.45

Peran orangtua ternyata sangat menentukan terjadinya obesitas pada anak. Sebaiknya cegah dengan 9 hal ini.

“Tumbuh, tuh, ke atas bukan ke samping”. Mungkin Anda begitu familiar dengan tagline salah satu iklan susu anak ini. Ya, tak menampik jika anak kecil dengan tubuh gemuk lebih lucu dan menggemaskan ketimbang mereka yang bertubuh ideal atau kurus. Namun, kenaikan berat badan secara signifikan dapat menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak. Mereka yang mengalami obesitas sebenarnya bermula dari pola asuh orangtua yang salah. Terlalu banyak pemakluman dan memanjakan anak, menyebabkan mereka memiliki bentuk tubuh besar melebihi anak-anak normal seusianya.

“There is solid evidence that children learn by doing, and when people participate actively, they take ownership of what they are doing. It makes sense to create a space like this because it will help promote a culture of change,” ujar Terry T-K. Huang, Ph.D., selaku penulis dan peneliti dalam jurnal Preventing Chronic Disease. Oleh karena itu, sebelum terlambat, ada baiknya Glitzy Moms menerapkan pola hidup sehat di bawah ini agar anak dapat terhindar dari obesitas.

(WAJIB BACA: Kenali Faktor Penyebab & Risiko Penyakit Obesitas Pada Anak Sebelum Terlambat)




Menerapkan Hidup Sehat

Hidup sehat dimulai dari keluarga. Inilah yang harus Glitzy Moms ingat setiap kali memberikan asupan pada anak. Masa tumbuh kembang anak dimulai dari usia 0 – 13 tahun, sehingga usia ini menjadi penentu kesehatan mereka di masa yang akan datang. Di usia ini pula mereka akan lebih cepat tumbuh dibandingkan usia remaja dan faktor hormonalnya mudah berubah. Oleh karena itu, Glitzy Moms wajib menyediakan menu sayuran dan buah-buahan di rumah, serta kurangi asupan makanan berlemak tinggi. “The first step in preventing childhood obesity is for parents and caregivers to make healthy lifestyle choices themselves,” kutip Healthcommunities.com. 


Atur Pola Makan

Pola makan yang teratur dapat menghindari obesitas pada anak. Glitzy Moms sebaiknya menerapkan pola makan 3 kali sehari dalam porsi yang cukup. Tentu, porsi makan anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Kurangi jumlah karbohidrat yang terlalu tinggi dan perbanyak asupan proteinnya. “Children's portion sizes should be smaller than those for adults. Cutting back on portion size will help you balance energy in and energy in,” ungkap sebuah penelitian dari National Heart, Lung, and Blood Institute, Four Institutes from the National Institutes of Health.


Pintar Memilih Camilan

Jangan asal memilih camilan untuk buah hati Anda. Sebaiknya pilihlah snack yang rendah MSG atau bahan pengawet lainnya, karena makanan ini tidak sehat untuk perkembangan otak mereka. Selain itu, jatahkan mereka akan makanan yang memiliki rasa manis dan kadar lemak tinggi, seperti permen, minuman ringan bersoda, dan cokelat. Bukan tidak boleh, namun batasi agar tak berlebihan. Sebagai penyeimbang, ganti camilan dengan buah, sayuran yang telah diolah, roti gandum, kentang, dan sebagainya. Cobalah membuat kreasi makanan unik yang lezat namun menyehatkan agar anak tidak bosan dengan menu yang itu-itu saja.

(BACA JUGA: 9 Cara Unik Untuk Membuat Sarapan Sehat & Lezat Untuk Anak-Anak)




Beraktivitas Bersama

Jangan biasakan anak tergantung dengan kemajuan teknologi yang ada. Hal ini berpotensi besar membuat mereka malas, karena dibiasakan fokus pada layar smartphone atau laptop saja di kesehariannya. Glitzy Moms perlu memberikan aktivitas fisik padanya, seperti rutin mengajak mereka berolahraga—lari pagi keliling perumahan—atau menemani Anda belanja ke pasar swalayan. Saat weekend ajak mereka bermain sepeda, berenang, atau bermain di playground—intinya kegiatan di luar ruangan.

“Strength training is unique, though, in that it can decrease body fat and increase muscle mass, thereby improving body composition and enhancing appearance and performance. Muscle tissue requires more calories to function than fat and as a result, kids with more muscle are more efficient at using calories,” tulis Breakingmuscle.com.


Biasakan Tidur Teratur

Pola tidur yang tidak teratur juga dapat menjadi faktor penyebab anak bertumbuh menjadi obesitas. Kurangnya jam tidur pada anak akan berdampak pada perkembangan psikologis serta hormonalnya. Biasakan sang buah hati tidur tepat waktu pada malam hari dan bangun di siang hari—bukan sebaliknya.

“Studies show that children who regularly get fewer than the recommended number of hours of sleep are at higher risk for being overweight. School-aged children usually need about 10 hours of sleep each night—younger children need about 12 hours and adolescents need about 9 hours,” kutip Healthcommunities.com.


Edukasi Anak 

Cobalah berikan pengertian dan teguran kepada anak Anda. Jelaskan dengan gaya bahasa yang mudah mereka mengerti tentang bahaya yang bisa terjadi jika mereka terus-menerus makan tanpa kontrol yang baik. Sebutkan saja beragam penyebab serta penyakit yang bisa saja mereka alami—tanpa terkesan menakut-nakuti. Hal ini baik untuk meningkatkan kesadaran dari dalam dirinya dan membuat mereka paham akan tujuan dari pola hidup sehat. 

(WAJIB BACA: Ternyata Pola Asuh Yang Salah Dapat Menyebabkan Anak Mengidap Penyakit Jantung)



Batasi Waktu Bermain

Tanpa bermaksud melarang anak bermain, Glitzy Moms sebaiknya membuatkannya jam khusus untuk waktu bermain termasuk jenis permainan yang boleh dan tidak dilakukan. Ajak mereka melakukan permainan yang mampu melatih motoriknya sekaligus membuatnya tetap aktif bergerak. Hindari membiasakan anak untuk duduk manis di layar kaca untuk menonton atau bermain games sepanjang hari.

“Most experts agree that children spend too much time in front of a screen—such as the television, computer, or video game system. It's generally recommended that children should spend fewer than 2 hours per day on these activities and that children under two years of age should not watch television,” tulis Healthcommunities.com


Bersikap Lebih Tegas

Anak yang di usia 5 tahun ke atas semakin sulit dikontrol khususnya saat memilih makanan di saat Anda tidak ada di sampingnya. Sikap tegas perlu diterapkan saat Anda melihat adanya perubahan bentuk badan yang signikan pada anak—apalagi jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya. Larang mereka agar lebih disiplin menjalani hidup sehat, jangan lupa berikan edukasi seperti poin di atas agar mereka tidak kecil hati. 


Kontrol Rutin

Saat melihat perubahan fisik pada anak, lakukan kontrol berat badan secara berkala. Timbang berat badannya secara rutin, seminggu sekali misalnya. Bukan hanya berat badannya, Glitzy moms juga perlu mengecek tinggi badan anak. Tak menutup kemungkinan jika berat badan anak naik, lantaran tubuhnya semakin tinggi—dan ini adalah baik. Dengan begitu Anda pun tak salah dalam memberikan asupan gizi dan nutrisi padanya.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai sumber)

You Might Also LIke