×

Stay in The know

Motherhood

8 Tips Agar Si Kecil Tidak Rewel Saat Masuk Sekolah Pertama Kali

8 Tips Agar Si Kecil Tidak Rewel Saat Masuk Sekolah Pertama Kali
Anggia Hapsari

Thu, 2 January 2020 at 18.36

Pertengahan tahun ini menjadi awal si Kecil kembali ke sekolah. Agar si Kecil bersemangat dan tidak rewel saat masuk sekolah, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal ini. 

Durasi baca: 1 menit


Awal masuk sekolah tentu menjadi awal baru bagi anak. Hal ini karena banyak hal berbeda yang dirasakan si Kecil, apalagi saat ia menginjakkan kakinya di bangku kelas. Rasa takut, tidak percaya diri, dan rewel tentu akan dialaminya. 


Tenang saja, Bu! Ini merupakan momen yang lumrah terjadi karena si Kecil perlu beradaptasi dengan lingkungan baru yang belum pernah mereka temui. 

(BACA JUGA: 4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Menonton Televisi Bersama Anak)


Yang paling penting, support si Kecil agar lebih mandiri dan percaya diri untuk bergaul di lingkungan baru. Beberapa cara ini dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan dirinya saat awal masuk sekolah. 


UBAH POLA TIDUR

Cobalah mengubah pola tidur sang anak sebulan sebelum mereka mulai sekolah. Cara terbaik sebenarnya membuat mereka lelah dengan bermain atau melakukan aktivitas tertentu agar mereka dapat tidur lebih cepat.

 

Selain itu, Anda bisa membiasakan memberinya segelas susu sebelum tidur agar buah hati lebih nyenyak dan memiliki kualitas istirahat yang lebih baik. Anda pun sebaiknya membuatkan jadwal tidur dan bangunnya agar melatih anak menjadi lebih disiplin.


MENU SARAPAN MENARIK

Selain menjadi nutrisi yang paling tak boleh dilewatkan, sarapan juga dapat memberi anak semangat tersendiri untuk memulai hari. Carilah menu-menu kesukaannya dan kreasikan menjadi bentuk yang unik dan simpel. 



Hal ini bisa menjadi motivasi untuk bangun pagi sekaligus memberinya semangat dan energi untuk menjalani aktivitasnya selama di sekolah. Jadi, ia tak akan lemas dan malas. 


PENGENALAN TERHADAP LINGKUNGAN

Tidak semua anak memiliki rasa percaya diri dan mudah beradaptasi. Banyak dari mereka yang hanya ‘jago kandang’, sehingga sangat minder saat berhadapan dengan orang baru. 

(BACA JUGA: Kenali 6 Manfaat Sistem Pengajaran Montessori yang Dikatakan Efektif untuk Anak)


Itulah sebabnya Anda sebaiknya membiasakan anak untuk berbaur dan berinteraksi dengan orang-orang yang berada di lingkungan sejak mereka belum bersekolah. Hal ini akan memudahkan sang anak berkomunikasi dengan teman sepantaran saat menginjak bangku sekolah nantinya. 


MULAI AJAK BELAJAR

Pendidikan pertama seorang anak berawal dari rumah. Jadi, jangan hanya andalkan sekolah dalam mendidik buah hati. Cobalah mulai mengajari mereka mengenal hewan, warna, angka, dan huruf sebelum mereka masuk sekolah. 



Jika Anda sudah mencobanya namun anak justru malas, carilah pola bermain sambil belajar agar ia tidak bosan. Membiasakannya dengan pola belajar yang menyenangkan akan membuat anak tidak merasa terbebani ketika mendapat materi pelajaran atau tugas di sekolah.  


LAKUKAN DENGAN BERTAHAP

Tak perlu buru-buru meninggalkan anak sendirian di kelas. Setiap anak memiliki proses berbeda untuk menjadi mandiri. 


Akali dengan trik berpura-pura pergi ke toilet dan memantau anak dari kejauhan. Semakin hari, cobalah untuk menambah waktu ke toilet tersebut hingga anak tidak lagi mencari Anda ketika sedang belajar. 


BELAJAR LEBIH TEGA

Jika sang anak rewel dan minta ditemani orangtuanya saat awal masuk sekolah mungkin masih sangat wajar. Bagaimana pun ini merupakan pengalaman pertama baginya berpisah dari orang-orang terdekatnya. 


Namun jika sang buah hati terus-menerus minta ditemani hingga seminggu setelah masuk sekolah, sebaiknya Anda mulai berdiskusi dengan wali kelasnya. Guru yang baik pasti akan berusaha melakukan pendekatan dengan setiap anak di kelasnya. Hal ini akan mempermudah Anda meninggalkannya sendirian. 


JALIN HUBUNGAN DENGAN ORANGTUA MURID

Tidak hanya anak Anda saja yang harus belajar beradaptasi, Anda pun demikian. Di sela jam istirahat dan menunggu buah hati belajar, sebaiknya bangunlah komunikasi yang intim dengan orangtua murid satu kelasnya. 


Jika Anda bekerja, usahakan untuk masuk ke dalam grup komunikasi seperti Whatsapp Group yang seringkali dibuat khusus oleh para orangtua murid untuk memantau informasi terkini seputar anak di kelas. 


Kedekatan Anda dengan sesama orangtua akan membuat anak menjadi dekat pula dengan rekan satu kelasnya. Mereka akan sering bertemu dan bertegur sapa di saat Anda mulai berkumpul bersama para orangtua murid. 


BERI REWARD



Sesekali tak ada salahnya Anda memberikan hadiah kecil pada anak, terutama di saat awal mereka mau ditinggal sendiri di kelas. Tak perlu berupa barang—bahkan sebaiknya jangan barang—Anda dapat memberikannya pujian ataupun melakukan kegiatan bermain bersama, membacakan dongeng favoritnya, atau hal-hal lainnya yang membuatnya senang, tanpa berpatok pada materi. 

(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com/ )


 


You Might Also LIke