ads



Stay in The know

Motherhood

8 Cara Mengajari Anak Mandiri dan Tidak Rewel Saat Awal Masuk Sekolah

8 Cara Mengajari Anak Mandiri dan Tidak Rewel Saat Awal Masuk Sekolah

Minggu ini saatnya kembali ke sekolah. Tepis rasa malas dan mindernya saat awal masuk sekolah dengan cara berikut ini.

Minggu ini merupakan hari pertama sekolah untuk sang buah hati tercinta. Di awal masuk sekolah, pasti akan banyak hal baru yang dirasakan sang anak saat menginjakan kakinya di bangku kelas. Rasa takut, minder, tidak percaya diri, dan rewel tentu akan dialaminya. Terlebih mereka harus masuk, berbaur, serta beradaptasi dengan lingkungan baru yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Mendorong anak untuk bangun pagi dan bersekolah memang membutuhkan tenaga serta kesabaran yang ekstra. Belum lagi sesampainya di kelas, sang anak mulai menangis dan tidak mau ditinggal oleh sang ibu. Kondisi seperti ini tidak boleh didiamkan dan ditoleransi terus-menerus. Anda harus bisa melepas sang anak seorang diri di kelas, agar mereka dapat belajar mandiri. Lantas bagaimana caranya? Berikut triknya.


Mengubah Pola Tidur

Cobalah mengubah pola tidur sang anak sebulan sebelum mereka mulai sekolah. Cara terbaik sebenarnya membuat mereka lelah dengan bermain atau melakukan aktivitas tertentu agar mereka dapat tidur lebih cepat. Selain itu, Anda bisa membiasakan memberinya segelas susu sebelum tidur agar buah hati lebih nyenyak dan memiliki kualitas istirahat yang lebih baik. Anda pun sebaiknya membuatkan jadwal tidur dan bangunnya agar melatih anak menjadi lebih disiplin.


Sarapan Unik

Selain menjadi nutrisi yang paling tak boleh dilewatkan, sarapan juga dapat memberi anak semangat tersendiri untuk memulai hari. Carilah menu-menu kesukaannya dan kreasikan menjadi bentuk yang unik dan simpel. Hal ini bisa menjadi motivasi untuk bangun pagi sekaligus memberinya semangat dan energi untuk menjalani aktivitasnya selama di sekolah. Jadi, ia tak akan lemas dan malas.


Pengenalan Terhadap Lingkungan

Tidak semua anak memiliki rasa percaya diri dan mudah beradaptasi. Banyak dari mereka yang hanya ‘jago kandang’, sehingga sangat minder saat berhadapan dengan orang baru. Ibu sebaiknya biasakan sang anak untuk berbaur dan berinteraksi dengan orang-orang yang berada di lingkungan sejak mereka belum bersekolah. Hal ini akan memudahkan sang anak berkomunikasi dengan sesamanya saat menginjak bangku sekolah nantinya.


Mulai Mengajaknya Belajar

Pendidikan pertama seorang anak berawal dari rumah. Jadi, jangan hanya andalkan sekolah dalam mendidik buah hati. Cobalah mulai mengajari mereka mengenal hewan, huruf, warna, dan angka sebelum mereka masuk sekolah. Jika Anda sudah mencobanya namun anak justru malas, carilah pola bermain sambil belajar agar ia tidak bosan. Membiasakannya dengan pola belajar yang menyenangkan akan membuat anak tidak merasa terbebani ketika mendapat materi pelajaran atau tugas di sekolah. 




Mulailah Dengan Cara Bertahap

Tak perlu buru-buru meninggalkan anak sendirian di kelas. Setiap anak memiliki proses berbeda untuk menjadi mandiri. Mulailah dengan berpura-pura ke toilet dan memantau anak dari kejauhan. Semakin hari, cobalah untuk menambah waktu ke toilet tersebut hingga anak tidak lagi mencari Anda ketika sedang belajar.


Bekerjasama Dengan Guru

Jika sang anak rewel dan minta ditemani orangtuanya saat awal masuk sekolah mungkin masih sangat wajar. Bagaimana pun ini merupakan pengalaman pertama baginya berpisah dari orang-orang terdekatnya. Jika sang buah hati terus-menerus minta ditemani hingga pertengahan semester, sebaiknya Anda mulai berdiskusi dengan wali kelasnya. Biarkan guru mendekati sang anak secara perlahan, agar hubungan kedekatan terjalin dengan baik. Hal ini akan mempermudah Anda meninggalkannya sendirian.


Jalin Hubungan Dengan Orangtua Murid

Tidak hanya anak yang harus belajar beradaptasi, Glitzy Mom pun demikian. Di sela jam istirahat dan menunggu buah hati belajar, sebaiknya bangunlah komunikasi yang intim dengan orangtua murid satu kelasnya. Kedekatan Anda dengan sesama oragtua akan membuat anak menjadi dekat pula dengan rekan satu kelasnya. Mereka akan sering bertemu dan bertegur sapa di saat Anda mulai berkumpul bersama para orangtua murid. Anda pun dapat bertukar informasi dengan para orangtua lainnya untuk sama-sama mengawasi anak. 


Berikan Reward

Membiasakan budaya ‘menyogok’ pada anak memang tidak dianjurkan, namun jika dilakukan sesekali—dan dirasa penting—tak ada salahnya. Anda dapat memberikan satu hadiah kecil padanya, terutama di saat awal mereka mau ditinggal sendiri di kelas. Tak perlu barang—bahkan sebaiknya jangan barang—Anda dapat memberikannya pujian ataupun melakukan kegiatan bermain bersama, membacakan dongeng favoritnya, atau hal-hal lainnya yang membuatnya senang, tanpa berpatok pada materi.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke