Stay in The know

Motherhood

6 Jenis Bullying yang Perlu Anda Tahu

6 Jenis Bullying yang Perlu Anda Tahu

Bullying tidak hanya soal fisik saja, Bu!

Durasi baca: 1 menit 15 detik


Dari tahun ke tahun, bullying menjadi isu yang terus menerus menjadi sorotan. Pasalnya, kasus ini kian marak terjadi seiring dengan perkembangan zaman. Tak hanya dilakukan dalam bentuk fisik, namun juga melalui kata-kata hingga pelecehan di media sosial. 


Tentu Anda dan keluarga tak ingin menjadi korban ataupun pelaku dari tindakan yang dapat menyebabkan depresi ini.


Bullying adalah tindakan pelecehan atau penindasan pada individu atau kelompok yang biasanya dilakukan oleh individu atau kelompok lain dengan kekuatan yang tak seimbang. Tindakan ini juga didasari unsur kesengajaan dan dilakukan dengan intensitas tertentu.

(BACA JUGA: Wajib Tahu Inilah 5 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Sedang Stres)



Secara lebih jelas, menurut psikolog klinis Liza Djaprie, kini tindakan bullying terbagi menjadi enam, yaitu:


PHYSICAL BULLYING

Dari namanya, Anda pasti tahu bahwa kekerasan fisik adalah maksud dari jenis bullying satu ini. Semua jenis kekerasan fisik yang dilakukan orang lain secara sengaja masuk dalam kategori ini. “Korban akan lebih mudah terdeteksi karena ada bekas luka yang ditinggalkan,” ujar Liza.


SEXUAL BULLYING

Tindakan pelecehan yang berkaitan dengan perilaku seksual. Bukan hanya pemerkosaan, namun semua tindakan seksual seperti pelecehan di depan umum, meraba tubuh, dan sebagainya. Kondisi ini bisa terjadi bahkan pada pasangan suami istri. 


Jika ada pemaksaan untuk melakukan hubungan seksual atau adanya pihak yang merasa dirugikan atas aktivitas seksual tertentu dapat disebut sexual bullying,” jelas Liza Djaprie.


PREJUDICIAL BULLYING

Ini adalah salah satu jenis bullying yang melibatkan ras ataupun agama seseorang. Hal ini masih banyak di masyarakat Indonesia. Anda pun pasti menyadari hal tersebut, bukan? Tanpa disadari, masyarakat masih sering melakukan pelabelan pada suku seseorang. Seharusnya, ini tak perlu lagi terjadi apalagi jika pelabelan tersebut menyinggung suatu suku tertentu.


FINANCIAL BULLYING

Tahukah Anda jika dari satu dari sepuluh pasangan suami-istri di Amerika Serikat mengalami financial bullying? Secara sederhana, financial bullying adalah kondisi dimana korban merasa mengalami gangguan finansial akibat perilaku si pelaku. 


Misalnya saja, istri yang menggunakan izin pinjam atas nama suami atau sebaliknya, namun kondisi ini diwarnai dengan rasa tertekan dari salah satu pihak. Bahayanya, ini bisa menjadi salah satu penyebab perceraian yang sering terjadi.


VERBAL BULLYING

Ini adalah jenis pelecehan secara verbal dari si pelaku terhadap korban. “Memanggil seseorang dengan kekurangan fisik, sebutan tertentu yang mencela, hingga sindiran tajam menjadi jenis dari verbal bullying,” ungkap Liza. 


Biasanya, kasus ini terjadi paling banyak di lingkungan sekolah, meskipun banyak juga terjadi di lingkungan kerja. Contohnya jika seseorang perempuan selalu diejek sebagai pemilik wajah buruk rupa hingga perilaku lain yang menyebabkan ia merasa rendah diri. Trauma ini bisa jadi membekas dalam benak seseorang dan memengaruhi kondisi mentalnya saat dewasa. 


Memang, jika korban tak mendapat penanganan tepat dari pihak keluarga, korban dapat mengalami trauma sehingga ada kondisi psikologis yang kurang baik.  

(BACA JUGA: Cara Menghindari Stres)


CYBER BULLYING

Seiring berkembangnya teknologi, cyber bullying kian marak terjadi. Pasalnya, pelaku dan korban tidak secara langsung bertatap muka. Terkadang, pelakunya pun hanya asal ikut-ikutan tanpa mengenal korban secara langsung. 


Pelaku pun terkadang tak merasa terbebani dengan melakukan hal tersebut karena tidak mengenal korban. Namun, akibatnya sungguh besar bagi si korban. “Justru cyber bullying ini menjadi salah satu penyebab terbesar dari kasus bunuh diri,” tegas Liza.


Berbagai jenis bullying ini, tentu dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang. Sebagai orangtua, jangan sampai kondisi inipun terjadi pada Anda dan keluarga, terutama anak. Saatnya lebih peka dengan menyosialisasikannya kepada orang sekitar. Tujuannya agar orang di sekitar Anda pun saling membantu dan terhindar dari masalah bullying.


(Ratih Dwiningtyas, foto: Pexels.com/ David Garrison/ Inzmam Khan)


Author:

You Might Also LIke