×

Stay in The know

Motherhood

5 Tips Mengajarkan Pendidikan Seks pada Anak

 5 Tips Mengajarkan Pendidikan Seks pada Anak
Anggia Hapsari

Fri, 9 August 2019 at 14.04

Saat mendengar kata seks, tentu sebagian dari Anda masih menunjukkan reaksi tak biasa. 

Durasi baca: 1 menit 10 detik


Padahal, kata seks seharusnya bukanlah sesuatu yang perlu dihindari. Kenyataannya, masih banyak yang salah kaprah dengan kata seks hingga saat ini. Salah satu penyebabnya tentu saja kurangnya pendidikan seks di masyarakat.


Kurangnya pendidikan seks di masyarakat kita (Indonesia) membuat masyarakat cenderung mencari tahu informasi seks dari sumber yang tak jelas sehingga pemahamannya pun salah,” kata Dr. (Cand). Baby Jim Aditya, M.Psi., Psikolog, C.I., C.Ht., selaku psikolog seks yang GLITZMEDIA.CO wawancarai secara eksklusif. “Karena itu, pendidikan seks seharusnya dikenalkan sedini mungkin,” lanjutnya.

(BACA JUGA: Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki)


Menurut perempuan yang juga berprofesi sebagai hipnoterapis ini, pendidikan seks sudah perlu dilakukan bahkan sebelum anak bisa berbicara. 


“Mendidik anak soal seks seharusnya dilakukan seperti ketika mendidik cara berjalan dan berbicara—sesering itu,” ujarnya lagi. Lalu, bagaimanakah cara mengedukasi perihal seks ke anak? Berikut penjelasannya:


PENGENALAN BAGIAN TUBUH


Pada langkah awal, kenalkan bagian tubuh  pada anak sejak anak belum dapat berbicara sekali pun. Usai memandikan si Kecil, mulailah dengan terus menyebutkan nama dari masing-masing anggota tubuh dengan nama yang sebenarnya—termasuk penyebutan nama alat kelamin (misalnya vagina pada perempuan dan penis pada laki-laki). 


Ini membuat anak familiar dan kenal dengan anggota tubuhnya sendiri,” jelas Baby Jim.


MASUKKAN NORMA

Setelah anak mulai bisa diajak berinteraksi dan mengenal anggota tubuhnya, masukkan norma-norma yang ingin Anda ajarkan. Tunjukkan bagian-bagian tubuh yang tak boleh disentuh dan diperlihatkan pada orang lain. 


Misalnya, bagian vagina atau penis, perut, dan dada tak boleh diperlihatkan atau disentuh orang lain kecuali si Kecil sedang bersama Ibu dan Ayah.

(BACA JUGA: Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan)


BUATLAH ANAK NYAMAN MEMBICARAKAN PENGALAMAN PERTAMA TERKAIT SEKSUALITAS

Dari penelitian yang saya lakukan, jarang sekali anak menceritakan pengalaman mimpi basah pada orangtuanya. Padahal, harusnya orangtua menjadi tempat pertama bagi mereka untuk bertanya tentang hal tersebut. Jangan sampai mereka bertanya pada temannya yang pengetahuannya pun tak jauh berbeda dengan dirinya,” kata Baby Jim.


Oleh karena itu, orangtua harus memasukkan pendidikan seks sejak dini agar anak terbiasa dan merasa nyaman untuk membicarakan hal tersebut dengan orangtua.


TAK PERLU MENUTUPI MATA ANAK SAAT MELIHAT ADEGAN ROMANTIS DALAM FILM

Saat menonton film, tiba-tiba saja ada adegan romantis antar pemain. Alih-alih menutupi mata anak, lebih baik Anda lihat dulu reaksinya. Jika anak menunjukkan reaksi tak biasa, tanyakan dan bahas hal tersebut.


Mencium bibir atau memeluk seperti itu adalah salah satu cara menunjukkan rasa sayang, tapi tak bisa sembarang orang yang melakukannya. Kamu harus menikah dulu, seperti Ibu dan Ayah,” ujar Baby Jim lagi. 


JAWAB PERTANYAAN ANAK DENGAN NORMA DAN BAHASA YANG BENAR

 “Orangtua cenderung menghindar saat anak mulai bertanya soal seks. Sebagian malah marah dan membuat anak takut untuk kembali bertanya,” cerita Baby Jim. 


Ini jelas memperbesar risiko anak untuk mendapatkan informasi yang tidak jelas soal seks. Orangtua harus belajar untuk menjelaskan pada anak dengan bahasa yang benar sesuai usia anak dan sisipkan norma.


Dengan cara pendekatan yang tepat, anak dan orangtua akan merasa nyaman untuk mendiskusikan hal seputar seks sehingga kejahatan seksual, perilaku menyimpang, mitos, dan kesalahan informasi mengenai seks dapat dihindari. 


Namun, sebelum memberikan pendidikan seks, mulailah dari diri Anda terlebih dahulu. Sudah nyamankah Anda untuk membicarakan pendidikan seks? Jika Anda bisa merasa nyaman, maka akan mudah bagi Anda untuk dapat berdiskusi secara nyaman dengan anak perihal seks.


 (Shilla Dipo/ Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/ June Intharoek/ Anna Francisconi, Teentalk.ca)



You Might Also LIke