Agar si Kecil tetap sehat, pastikan Anda mengetahui dan memperhatikan beberapa hal ini sebelum menerima donor ASI dari orang lain.

Durasi baca: 1 menit.


Tak semau ibu beruntung dapat memproduksi jumlah ASI yang banyak. Meskipun telah mengikuti kelas laktasi, memijat payudara, memperbanyak konsumsi sayuran dan buah sebagai perangsang keluarnya ASI, namun tetap saja usaha tersebut tak jarang gagal.

(BACA JUGA: Deteksi Kedaluwarsa ASI dengan Cara Ini)


Lalu, apa solusi yang bisa ditempuh bagi para ibu yang tak dapat memproduksi ASI dalam jumlah cukup? Langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah mencari donor ASI melalui layanan online ataupun langsung. Solusi ini biasanya dipilih agar buah hati dapat tetap merasakan manfaat ASI dan menghindari pemberian susu formula berlebih pada si Kecil.


Namun, sebelum Anda mengambil langkah ini sebaiknya perhatikan beberapa panduan berikut, agar ASI yang didonorkan tetap aman untuk sang buah hati.


ALASAN MENDONOR ASI

Menurut dr. Chessa Lutter, selaku penasihat pangan dan gizi dari Pan American Health Association (Regional Office of the WHO), mengungkapkan bahwa bayi yang boleh menerima ASI adalah mereka yang tidak cukup mendapatkan asupan ASI atau jika sang ibu telah meninggal dunia.


Sehingga mau tak mau bayi tersebut perlu mendapatkan ASI dari pendonor. Namun, jika ibu masih sanggup dan mampu memberikan ASI, sebaiknya lakukan sendiri dan jangan malas untuk terus mencobanya.



(Foto: verywellfamily.com)


MENGENAL PENDONOR ASI

Saat Anda sudah kehabisan akal dan air ASI yang kerluar tetap saja sedikit, maka bukan berarti ibu dapat memilih pendonor secara sembarangan. Anda tetap harus melihat siapa dan latar belakang kesehatan dari orang tersebut.


Penularan virus seperti HIV, hepatitis, dan penyakit lainnya sangat mudah tertular melalui ASI. Oleh karena itu, ada baiknya ibu meminta bantuan dari teman atau saudara yang memang sehat dan jauh dari penyakit tersebut, sebelum mencari pendonor secara online.