ads



Stay in The know

Motherhood

4 Hal Penting Penyebab Anak Sulit Konsentrasi

4 Hal Penting Penyebab Anak Sulit Konsentrasi

Mulai dari kurang tidur hingga tidak suka dengan bahan pelajaran menjadi penyebab menurunnya konsentrasi saat belajar.

Durasi baca: 5 detik


Ada banyak penyebab prestasi akademik anak menurun atau tidak maksimal, salah satunya adalah kurang konsentrasi. Saat anak tidak bisa berkonsentrasi dengan baik, mereka akan sulit menyerap materi pelajaran. 


Menurut Dr. Adi W. Gunawan, CCH, Expert in Mind Technology dari Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, fokus atau konsentrasi adalah kemampuan memusatkan perhatian dan pikiran pada satu objek atau kegiatan untuk waktu tertentu. Rentang waktu fokus sangatlah bervariasi dan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari situasi lingkungan, kondisi fisik, emosi, motivasi, ketertarikan, dan tujuan yang hendak dicapai. 

(BACA JUGA: 8 Cara Mengajari Anak Mandiri dan Tidak Rewel Saat Awal Masuk Sekolah)



Lebih lanjut digambarkan oleh Dr Adi bahwa sebenarnya dalam kondisi normal, lama waktu konsentrasi adalah sama dengan usia dijadikan menit. Bila anak usianya 5 tahun maka rentang waktu konsentrasi maksimal adalah 5 menit. Untuk orang dewasa maksimal 30 menit. Misal, usia orang dewasa 45 tahun, waktu fokus maksimal adalah 30 menit. 

Situasi yang membutuhkan kemampuan fokus membutuhkan energi yang besar sehingga fokus dalam waktu lama akan sangat melelahkan. Namun bila objek fokus, dalam hal ini bahan ajar, memberi rasa senang atau bahagia, seseorang terutama ana-anak pasti bisa fokus dalam waktu yang lama.Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan anak susah berkonsentrasi saat di sekolah. 


KURANG TIDUR

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang kurang tidur di malam hari akan cenderung tidak fokus dan rewel saat siang hari. Ini tentu berhubungan dengan penurunan konsentrasi. Karena saat anak mengalami kurang tidur, maka otaknya akan berjalan lebih keras untuk melawan efek dari kurang tidur. Akibatnya, otak menjadi kurang efektif dalam menjalankan fungsinya Anak akan menjadi lemas dan merasa mengantuk saat di sekolah karena semalam tidak tidur dengan cukup. 


EMOSI ANAK

(Foto: nypost.com)


Cobalah untuk lebih sering bertanya mengenai keseharian anak Anda. Kondisi emosional anak yang naik turun, sedih, dan kesal karena kondisi sekolah ataupun di rumah dapat membuat anak sulit berkonsentrasi. Luangkan waktu untuk lebih banyak berbincang dengan anak sehingga anak dapat menumpahkan keluh kesahnya. 


BELUM SARAPAN

Sarapan sangat penting untuk mengawali hari. Bila anak pergi ke sekolah dalam keadaan belum sarapan, mereka akan susah berkonsetrasi karena keadaan perut yang lapar. Pola makan pun sangat berpengaruh terhadap daya konsentrasi. Anak yang mengonsumsi makanan rendah nutrisi dapat mengalami penurunan fungsi kognitif. Hindarilah makanan yang terlalu banyak mengandung garam dan gula, atau makanan siap saji  yang mengandung bahan perwarna, vetsin, dan zat-zat pengawet lainnya.


Perbanyak makan buah dan sayur. Biasakan agar anak mau minum banyak air putih.  


TIDAK TERTARIK DAN TIDAK TERMOTIVASI

Belajar sebenarnya terjadi pada tiga jenjang. Pertama, yang paling inti atau dasar adalah self system. Self system adalah apa yang terjadi dalam diri anak sebelum ia ingin belajar. Di dalamnya terdapat komponen relevansi, emosi, dan perasaan mampu untuk melakukan sesuatu. Bila anak merasa apa yang ia pelajari berguna bagi dirinya, merasa senang dan mampu mencapai kebutuhan tersebut maka muncul motivasi internal.


Setelah self system tercapai, maka timbullah meta-cognitive system sebagai target yang hendak dicapai untuk terus belajar hingga tercapai tujuan. Ini yang membuat anak terus semangat dan terus mencoba. Self system dan meta-cognitive system tidak pernah bisa dilihat kasat mata karena ini terjadi di dalam diri anak. Namun, jika kedua hal ini sudah tercapai, maka hadirlah cognitive system sebagai kegiatan belajar. 


(Foto: Theasianparents.com)


Anak yang tidak semangat belajar, malas, tidak fokus, dan sulit konsentrasi merupakan bagian dari cognitive system. Yang perlu ditelusuri adalah apa yang menyebabkan anak seperti ini.  Agar anak dapat konsentrasi, tentu mereka harus merasa bahwa suatu hal yang mereka pelajari sangatlah menarik, relevan, dan mampu untuk mengerti. Inilah sebabnya motivasi dan support dari orangtua dan guru sangatlah  penting. 

(BACA JUGA: Bagaimana Cara Menumbuhkan Kemauan Anak agar Giat Belajar Tanpa Terpaksa)



Kenali juga tipe belajar anak karena setiap anak memiliki metode dan cara belajar yang berbeda. Ada anak yang dapat lebih mudah menyerap pelajaran dengan cara imajinasi, namun ada juga anak yang lebih mudah mengerti dengan bantuan alat peraga.


(Anggia Hapsari, Foto: Unsplash.com/ Peter Hershey) 



You Might Also LIke