Stay in The know

Motherhood

4 Cara Merangsang Anak Berbicara

4 Cara Merangsang Anak Berbicara

Meskipun terdengar sepele, namun beberapa hal ini dapat memberi stimulasi yang efektif pada anak. 

Durasi baca: 1 menit.


Bayi biasanya mulai mengeluarkan suara-suara sederhana seperti “maam” pada usia 4 – 6 bulan. Seharusnya ketika berumur 10 – 12 bulan anak sudah mulai berbicara aktif meskipun tidak sama persis dengan kata sebenarnya. 


Namun tidak jarang ada juga anak yang perkembangan berbicaranya lambat, tidak seperti anak biasanya. Kegiatan sederhana berikut bisa membantu mengatasi permasalahan anak tersebut.

(BACA JUGA: 5 Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak Sebelum Tidur)


MUSIK

Mendengarkan musik merangsang otak anak untuk berlatih berbicara bahkan belajar bahasa asing. Peneliti Amerika, Patricia Khul, menjelaskan bahwa ritme musik dapat mempermudah anak untuk memahami dunia yang selalu berubah. 


Dr. Khul menyertakan 39 bayi sebagai partisipan untuk melakukan tiga sesi latihan. Setengah dari partisipan memainkan musik seperti drum atau maracas lainnya dibiarkan bermain tanpa melibatkan musik.


Satu bulan kemudian, dilakukanlah sebuah tes untuk melihat seberapa baik  anak memproses suara. Caranya, anak-anak diletakkan di tempat pemindai otak yang juga melibatkan kegiatan mendengarkan musik atau pidato.  


Suara anak mengikuti pola yang ditetapkan namun kadang-kadang ada suku kata yang kurang jelas. Pemindaian daerah otak melihat bahwa kedua kelompok anak tadi memerhatikan perubahan pola musik. Meski demikian otak bayi yang berada di kelas musik bereaksi lebih kuat daripada kelompok anak yang hanya bermain.


TIDUR MALAM YANG BAIK


Tidur membantu anak mengasosiasikan makna yang sebenarnya dari setiap perkataan. Sebuah penelitian dari Jerman pada bayi berusia 6-8 bulan membuktikan kegiatan tidur dapat memacu anak untuk berbicara.


Mereka yang tidur malam lebih berkualitas dapat memahami kata atau objek baru lebih cepat ketimbang mereka yang tidur larut. Kemampuan anak untuk berbicara akan menjadi lebih baik lagi jika orangtua teratur mendongengkan anak sebelum tidur. Kebiasaan ini membantu menstimulasi kemampuan otaknya agar memahami kata lebih baik.

(BACA JUGA: 5 Manfaat Dongeng untuk Kecerdasan Fisik dan Emosional Anak)


MENIUP BALON

Meniup balon atau membuat gelembung saat mandi ternyata juga bisa merangsang Anak untuk cepat berbicara. Kegiatan tersebut membuat mulut anak akan banyak bergerak untuk menggelembungkannya. Cara ini melatih otot mulut dan lidah sekaligus membiasakan anak menggerakkan mulutnya sehingga merangsang anak untuk berbicara.


DIGELITIK

Mungkin terdengar aneh, namun penelitian yang dilakukan oleh Amanda Seidl dari Universitas Purdue menjelaskan bahwa sentuhan bisa membantu bayi menemukan kata-kata dalam percakapan yang berlangsung terus menerus. 


Para peneliti juga menemukan bahwa bayi dapat menghubungkan sensasi geli akibat digelitik dengan sinyal ucapan yang masuk. Sebanyak 48 bayi berusia 4 bulan dibagi dalam dua kelompok. Semuanya dipangku oleh masing-masing ibunya.



Percobaan pertama, para ibu disuruh untuk mengatakan hal apa saja seperti “dobita” dengan meyentuh lutut bayi mereka. Hampir semua bayi terlihat menarik kata-kata tersebut dan mulai mengucapkannya. 


Pada percobaan kedua, dengan mengucapkan kata yang sama, para ibu diajak untuk menyentuh alis dan dagu anak mereka. Hasilnya, tidak ada tanda-tanda bayi mengeluarkan kata-kata dari yang diucapkan para ibu.


Perlu diingat, bahwa kegiatan di atas hanya membantu dalam proses mempercepat dan melancarkan berbicara anak. Anda tetap harus melakukan komunikasi dua arah seperti mendongeng atau berbincang dengan anak agar si Kecil selalu menambah kosa kata baru. 


(Pricilla Agnes, foto: Pexels.com/ Pixabay/ Rene Ammusen)



Author:

You Might Also LIke