×

Stay in The know

Motherhood

4 Akibat Cyberbullying

4 Akibat Cyberbullying
Anggia Hapsari

Mon, 29 July 2019 at 08.01

Jangan anggap enteng cyberbullying karena dapat berdampak buruk bagi psikologis anak.

Durasi baca: 1 menit


Menghina dan memojokkan seseorang di dalam dunia maya nampaknya sudah menjadi hal yang sering terjadi. Bahkan tidak jarang dari mereka justru berlomba-lomba melontarkan kata-kata kasar terhadap rekannya tanpa memedulikan media yang mereka akses saat itu. 


Menurut Firesta Farizal, M.Psi., selaku psikolog anak, cyberbullying merupakan tindakan yang tidak bisa dianggap sepele, karena dampak berikut ini bisa saja terjadi pada anak Anda ketika sudah menjadi korban dari para pelaku tersebut.

(BACA JUGA: 7 Tips Penting Agar Anak Tidak Kecanduan Gadget)


TIDAK PERCAYA DIRI

Kesiapan psikologis dan mental anak yang masih lemah akan membuat dirinya mudah tersinggung serta minder ketika ia diolok-olok oleh rekannya di dalam media sosial. Apalagi orang lain yang mungkin tidak mereka kenal, ikut berkomentar pedas terhadap foto maupun video tersebut. 

Hasilnya, anak yang biasa berekspresi dan terbuka di media sosial, jadi memilih mengurung diri karena merasa tidak ada lagi orang yang menghargai dirinya.

EMOSI TIDAK STABIL

Perhatikanlah segala perubahan pada anak. Mereka yang gemar bermain gadget dan media sosial biasanya memiliki tingkat emosional rendah. Artinya, anak akan mudah marah atau mendadak bahagia tanpa sebab yang jelas. 

Perubahan sikapnnya tersebut bisa berganti bergantung pada baik tidaknya komentar yang ia terima pada hari tersebut. 

TRAUMA BERKEPANJANGAN

Komentar negatif yang berkepanjangan tidak hanya membuat dirinya menjadi minder tetapi meninggalkan trauma berat. Apalagi, jika bullying tersebut berlanjut hingga ke dunia nyata yang membuat orang sekitarnya menjauhi dan terus menghina dirinya.


Maka lambat laun anak menjadi enggan saat pergi ke sekolah karena takut mendengar komentar negatif.


DEPRESI BERAT

Anak yang gemar bermain gadget dan menjadi korban bullying biasanya lebih tertutup dalam segala hal termasuk kepada orangtuanya. Mereka tidak berani mengungkapkan keluh kesahnya dan memilih memendam masalahnya sendiri. 


Akibatnya anak menjadi mudah marah, stres, depresi, hingga bisa memutuskan untuk bunuh diri karena tidak kuasa menahan beban di dalam pikirannya. 


(Elizabeth Puspa/ Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/ Luana Bento/ )




You Might Also LIke