ads



Stay in The know

Motherhood

3 Hal Penting Melatih Keterampilan Sosial Anak

3 Hal Penting Melatih Keterampilan Sosial Anak

Sebagai orangtua, ajarkan beberapa keterampilan sosial dasar anak agar ia tumbuh jadi sosok yang mengerti sopan santun.

Durasi baca: 1 menit


Sejak kecil, anak sudah dapat mengembangkan keterampilan sosialnya. Ia dapat melakukan interaksi tersebut dengan orangtua, saudara, dan orang lain dengan kontak mata serta intonasi suara. Dalam proses perkembangannya, si Kecil akan mempelajari keterampilan sosialnya berdasarkan pengalamannya sendiri. Contoh, saat bayi ia akan menangis kencang saat lapar atau haus. Namun dengan bertambahnya usia, ia tentu harus menyatakan keinginannya dengan kalimat sopan yang disertai dengan kata “tolong”. 

(BACA JUGA: 6 Cara Sederhana Mengajarkan Sopan Santun Pada Anak)


Keterampilan sosial merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap orang untuk berinteraksi dengan orang lain. Anda perlu aktif mengajarkan keterampilan sosial pada si Kecil agar ia dapat tumbuh menjadi anak yang berbudipekerti dalam kehidupannya pribadi serta kariernya saat dewasa. Apa saja yang harus dimengerti oleh anak Anda?


AREA ATAU RUANG PRIBADI

Ajarkan pada si Kecil bahwa setiap orang, termasuk dirinya, memiliki area pribadi. Untuk memasuki area pribadi tersebut, seseorang perlu meminta izin pada orang lain. Jelaskan juga padanya bahwa ruang pribadi berbeda-beda pada setiap orang dan budaya. 


Anak pun memiliki ruang pribadi. Itulah sebabnya, jangan memeluk anak saat ia tidak mau dipeluk atau jangan menciumnya jika si Kecil tidak mau dicium. Dengan demikian ia pun paham bahwa ia pun memiliki kekuasaan akan tubuhnya sendiri. 



Ajari anak untuk meminta izin kepada orang lain sebelum duduk di pangkuan orang lain atau memeluk orang lain. Jangan lupa untuk melatih si Kecil untuk dapat membaca bahasa tubuh, seperti menyilangkan lengan atau gerakan mundur. Tanda-tanda tersebut merupakan sinyal pada seseorang untuk jangan melanggar ruang pribadi orang tersebut.


AJARI BEREMPATI

Bermain dengan teman adalah salah satu cara meningkatkan keterampilan sosial anak. Dengan berinteraksi dengan teman, anak bisa mempelajari bagaimana cara memperlakukan orang lain, bernegosiasi, menunggu giliran, berbagi, mengatasi konflik, dan berempati.


Dorong anak untuk menggunakan imajinasi. Biarkan mereka membayangkan dirinya berada di berbagai situasi. Misalnya, jika anak Anda bercerita temannya dijahili di sekolah, ajak ia membayangkan bagaimana jika ia yang dijahili. Memahami perasaan sendiri dan orang lain sanagat penting untuk menumbuhkan empati pada anak.


CARA BERBICARA

Dalam bersosialisasi, cara berbicara seseorang kepada orang lain merupakan hal terpenting. Anak-anak biasanya tidak tahu cara berbicara yang sopan, dan mungkin menyela pembicaraan atau mengabaikan perkataan orang lain. 


Ajari anak cara memulai percakapan dengan menggunakan kata sapaan dasar seperti "Hallo!" dan "Apa kabar?". Ajari pula anak membaca isyarat seperti lambaian tangan, senyuman, anggukan, dan cara berjabat tangan yang sopan. Jabat tangan yang sopan adalah jabatan tangan erat dengan genggaman yang hangat. 



Beri tahu si Kecil agar mereka mau menunggu orang lain selesai berbicara sebelum mereka memulai pembicaraan. Saat berbicara dengan orang lain, ajarkan anak untuk menjadi asertif dengan berani berkata jujur dan lugas menyampaikan maksud tanpa disertai hinaan dan ancaman.


Yang tak kalah penting saat melakukan percakapan, ajari anak Anda juga untuk menjadi pendengar yang baik serta merespons perkataan orang lain. Saat meminta bantuan atau menerima pertolongan kepada orang lain, ucapkan kata “tolong”, “terima kasih”, dan tata krama umum lainnya. Biasakan anak mengucapkan kata-kata tersebut sehingga anak dapat tumbuh menjadi sosok berperilaku baik.


(Ratih Dwiningtyas, Pexels.com/ Berendey_Ivanov/ Kelvin Octa/ Lukas)


 


You Might Also LIke