Stay in The know

Motherhood

3 Cara Mendidik Anak yang Sering Dilakukan Oleh Ayah

3 Cara Mendidik Anak yang Sering Dilakukan Oleh Ayah

Ayah era kini juga (harus) bisa menjadi pengasuh anak yang baik.

Durasi Baca: 1 menit


Cukup banyak selebriti Hollywood yang dapat dijadikan contoh sebagai ayah terbaik baik keluarganya. Sebut saja John Legend yang terkenal sebagai suami siaga bagi keluarganya karena dapat membantu istrinya mengasuh anak. Atau Ben Afflect yang kerap mengajak anaknya menonton pertandingan baseball. Mereka memiliki cara unik mendidik anak.


Menurut Chuck Ault, pelatih fatherhood dengan Boot Camp di Irvine California, Amerika Serikat, setiap laki-laki sebenarnya memiliki insting untuk melindungi dan mendidik anaknya. Meskipun mereka punya cara asuh yang berbeda dengan ibu, namun seorang ayah dapat menemukan ‘celah’ yang berbeda untuk membujuk anaknya melakukan apa yang dikehendaki oleh ayah. 

(BACA JUGA: Permainan Anak Ternyata Berpengaruh Terhadap Perkembangan Sosial Emosinya)


Hal yang sama juga berlaku ketika ayah mengajarkan disiplin pada anak. Ternyata, menurut Chuck, cara unik tersebut memperperat hubungan mereka berdua.


Berikut ini adalah beberapa hal yang sering dilakukan ayah, namun ternyata lebih mudah diterima oleh anak:


TAK SELALU MEMBERI CONTOH

Ayah cenderung membiarkan anak mencoba melakukan kesalahan terlebih dahulu. Tujuannya agar anak dapat mengetahui mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan.


Contohnya adalah saat anak memanjat pagar atau memanjat pohon. Ayah tidak akan berteriak meminta anak untuk turun. Ia akan cenderung membiarkan anak untuk berpetualang merasakan ketinggian. Meski demikian, ayah tetap mengawasinya dari bawah. 



BIARKAN ANAK BELAJAR LEBIH DAHULU

Ayah tidak akan banyak bicara atau bawel seperti ibu. Ia akan cenderung membiarkan anak melakukan suatu hal dengan caranya sendiri. Jika si Kecil merasa kesulitan dan tidak menemukan jalan keluar, ia akan bangkit dan membantu si Kecil. 


Dengan demikian, ayah berupaya untuk membantu menanamkan pola pikir bahwa anak harus dapat bertahan dan menemukan solusi sendiri di dunia nyata. 


Hal yang sama juga dilakukan ayah saat melihat anaknya berlari. Ia tidak akan melarangnya dengan alasan takut jatuh. Ayah cenderung membiarkan anak untuk berlari sambil mengawasinya.


Jika anak terjatuh, anak akan mengalami rasa sakit pada area yang terluka. Pada saat inilah ayah kemudian akan menjelaskan apa yang akan terjadi jika si Kecil berlari-lari terlalu kencang dan tidak hati-hati. Dengan demikian, anak akan mudah belajar dan mengerti untuk menjaga diri. 

(BACA JUGA: 4 Akibat Cyberbullying)


AYAH LEBIH SERING MENGAJAK MAIN

Untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh si Kecil, ayah seringkali tidak memberikan kalimat suruh. Ayah akan cenderung mengajak anak bermain sehingga anak akan melakukan perintah ayah dengan suka hati. 


Contoh, ayah akan mengajak lomba minum susu agar anak mau menghabiskan susunya. Atau bermain semprot-semprotan dengan air selang kamar mandi jika anak enggan mandi. 


Yang paling sering, ayah akan sengaja membuat si Kecil lelah dengan bermain kuda-kudaan selama 30 – 60 menit sebelum si Kecil tidur. Tujuannya agar si Kecil lekas lelah dan mau tidur tepat waktu. 


(Anggia Hapsari, foto: Unsplash/ Naasom Azevedo/ Caroline Hernandez/ Caleb Jones)


Author:

You Might Also LIke