Selain tidak nyaman posisi tidur ibu hamil ini dapat mengganggu kesehatan janin

Durasi baca: 1 menit.


Ketika hamil, mayoritas perempuan memang mengalami masalah. Mulai dari mual, pegal-pegal, emosi tidak stabil, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, mitos seputar ibu hamil juga tersebar di mana-mana. Termasuk mitos soal posisi tidur yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil.


Melansir dari babycenter.co.uk, ternyata ada dua posisi tidur ibu hamil yang dilarang oleh dokter. Selain tidak nyaman, posisi tidur ini juga bisa membahayakan janin. Kira-kira apa saja posisi tidur ibu hamil yang dilarang oleh dokter? Ini dia!

(BACA JUGA: Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil Muda dan Alasannya)


POSISI TENGKURAP

Pertama, posisi tidur ibu hamil yang dilarang dokter adalah tengkurap. Sebetulnya tidur tengkurap untuk ibu hamil termasuk aman. Namun khusus untuk Anda yang masih hamil muda. Tetapi, setelah melewati trimester pertama akan ada banyak perubahan terjadi di tubuh Anda.


Mulai dari perut membesar, payudara juga membesar. Ketika payudara membesar, maka rangsangannya akan menjadi lebih sensitif. Jika Anda tidur tengkurap setelah perubahan ini terjadi, tidur Anda pasti akan sangat tidak nyaman.


POSISI TELENTANG

Kedua, posisi tidur ibu hamil yang dilarang dokter adalah telentang. Ketika usia kandungan memasuki minggu ke-16, ibu hamil tidak lagi diperbolehkan untuk tidur telentang. Karena posisi ini membuat rahim menumpu berat ke tubuh bagian belakang dan akan menghimpit vena cava inferior dan usus.


Tidak hanya itu, tidur dengan posisi ini juga dapat menimbulkan masalah untuk kesehatan ibu hamil. Seperti sakit pinggang, wasir, gangguan pernapasan, hingga risiko gangguan pencernaan. Posisi tidur telentang juga tidak diperbolehkan untuk ibu hamil yang masih di trimester dua dan tiga.


Sebab, posisi tidur telentan dapat memengaruhi tekanan darah. Bisa tiba-tiba naik atau turun. Tekanan darah yang tidak stabil akan sangat memengaruhi kesehatan janin.




(Andiasti Ajani, foto: healthline.com)