Mulai dari perubahan hormon hingga diet, inilah penyebab bau badan saat hamil yang harus calon ibu ketahui.

Durasi baca: 55 detik.


Saat hamil tubuh calon ibu mengalami berbagai macam perubahan. Bahkan tak jarang perubahan tersebut membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dan bisa menurunkan rasa percaya diri. Salah satunya adalah bau badan. 


Ya, untuk beberapa kasus seorang perempuan yang hamil bisa merasakan aroma tubuhnya berubah dan cenderung berbau tidak sedap. Lalu, apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi? 


Berikut dilansir dari laman parenting.firstcry.com, ada beberapa faktor yang diyakini menjadi penyebab bau badan saat hamil.


PERUBAHAN HORMON

Penyebab bau badan saat hamil yang pertama adalah adanya perubahan hormon. Dengan perubahan kadar hormon dalam tubuh yang cukup drastis, khususnya jumlah estradiol, tubuh akan menghasilkan aroma yang cukup kuat. Ada beberapa area utama di tubuh yang dipengaruhi oleh hormon. Mulai dari alat kelamin hingga ketiak.


KERINGAT BERLEBIH

Penyebab bau badan saat hamil yang kedua adalah keringat berlebih. Selama masa kehamilan, suhu tubuh pasti akan meningkat apalagi jika Anda berada di daerah yang cukup lembap dan panas. 

(BACA JUGA:Penyebab Keringat Berlebih pada Ibu Hamil)


Hal tersebut membuat tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak. Kelenjar keringat pada ibu hamil bisa meningkatkan aroma tubuh yang kurang sedap. Walaupun keringat tidak berbau, namun ketika mengendap di kulit bisa menciptakan suasan yang tepat untuk bakteri berkembang biak dan menyebabkan bau.



(Foto: Freepik.com/onlyyouqj)


POLA MAKAN YANG BERUBAH

Penyebab bau badan saat hamil yang ketiga adalah pola makan yang berubah. Mengonsumsi berbagai macam makanan sehat yang penuh gizi dan nutrisi merupakan hal yang perlu dilakukan oleh ibu hamil. 


Dan perlu diketahui, makann tertentu bisa menyebabkan perubahan bau badan. Misalnya daging merah yang mengandung asam amino bisa menyebabkan keringat berbau, makanan laut tidak hanya memengaruhi bau keringat tetapi juga meningkatkan keputihan, sayuran seperti brokoli, kol, dan kembang kol mengandung belerang yang diserap aliran darah. 


Apabila tercampur dengan keringat di permukaan kulit dan bakteri maka bisa menghasilkan bau yang tidak enak.


(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/yanalya)