Cara ini dapat meningkatkan kesuburan alami guna mempercepat proses kehamilan yang lama Anda idamkan. 


Umumnya rasa sedih akan menggeluti mereka yang sudah menikah bertahun-tahun, namun belum ada tanda-tanda kehamilan. Apakah ada yang salah dengan sistem reproduksi kita? Menurut dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG, selaku tim ahli SMART IVF (In Vitro Fertilization), ada dua kemungkinan yang mempengaruhi tingkat kesuburan seorang pria maupun wanita. Pertama adalah usia kronologis, di mana usai tersebut sesuai dengan umur Anda saat ini. Kedua adalah usia biologis, yaitu umur kematangan dari sel biologis tubuh seseorang. Selain dua faktor tersebut, ternyata pola hidup, makan, dan kebiasaan yang salah juga memiliki peran besar dalam pembentukan sel telur dan sperma seseorang. 

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan kebiasaan di bawah ini untuk meningkatkan kesuburan secara alami, sebelum Anda memutuskan menjalankan program bayi tabung dan sebagainya.


Menjaga Pola Makan

Hindari segala makanan berlemak, mulailah beralih pada asupan yang mengandung banyak nutrisi, seperti buah-buahan berwarna serta sayuran hijau setiap harinya. Tambahkan makanan yang kaya akan omega-3, dengan mengonsumsi ikan salmon satu atau dua kali dalam seminggu. Selain itu, gantilah asupan karbohidrat dengan memperbanyak makanan yang mengandung protein nabati serta hewani. 

“Make sure to include enough protein, iron, zinc, vitamin C, and vitamin D in your diet, because deficiencies in these nutrients have been linked to lengthened menstrual cycles—therefore less frequent ovulation and a higher risk of early miscarriage,” seperti yang dikutip dalam Parents.com.


Berat Badan Stabil

Menjaga berat badan tidak semata-mata karena urusan penampilan saja, tetapi juga berpengaruh pada tingkat kesuburan serta kesehatan seseorang. William Gibbons, selaku ahli reproduksi dan infertility dari Baylor College of Medicine, mengatakan bahwa, “Weight before getting pregnant is often an overlooked factor in fertility. Keeping a healthy weight can help with conception”. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki berat badan obesitas serta terlalu kurus akan lebih sulit memiliki anak, serta beresiko lebih besar untuk mengalami keguguran dibandingkan para calon ibu yang memiliki berat badan stabil.




Hindari Suhu Yang Terlalu Panas

Bagi Anda yang memiliki suami seperti seorang chef, maka sebaiknya harus lebih hati-hati. Paparan suhu udara yang terlalu panas akan membuat kualitas sperma menurun dan cair. “For instance, sitting in a hot tub day after day should be avoided. Even if a man has no known fertility problems. In at least one study, repeated exposure to high water temperatures through hot tubs or hot baths was shown to affect men's fertility,” ungkap Dale McClure, selaku President of the American Society, Reproductive Medicine.


Stop Merokok dan Alkohol

Kebiasaan merokok dan minum alkohol secara berlebihan mampu mengurangi produksi sperma pada pria dan kerusakan DNA pada janin. “Excessive alcohol consumption has been linked with anovulation (no ovulation), amenorrhea (no periods), and abnormalities with the endometrial lining. Alcohol can also alter estrogen and progesterone levels,” kutip Thebump.com. 

Tak hanya itu, Anda juga sebaiknya mengurangi minuman yang mengandung banyak kafein. “Most experts agree that as long as you limit your intake to less than 200 milligrams a day (the amount contained in one to two eight-ounce cups of coffee), your fertility shouldn’t be affected”.


Perhatikan Masa Subur

Cobalah rencanakan program kehamilan dan bercinta bersama pasangan seminggu setelah siklus mestruasi usai. Pada masa tersebut sel telur sudah siap dibuahi dan kemungkinan untuk hamil jauh lebih besar. “The fertile window is the six-days that end on the day of ovulation. Pregnancy is most likely to occur with intercourse within the three days before ovulation,” ungkap Richard Paulson, selaku tim ahli reproduksi dan infertility dari University of Southern California Keck School of Medicine.




Perhatikan Kuantitas Bercinta

Melakukan hubungan suami istri setiap hari ternyata mampu mempengaruhi kualitas sperma dari seorang pria. Sebaiknya aktivitas bercinta dilakukan sebanyak 2–3 kali dalam seminggu, agar mendapatkan sel sperma yang berkualitas dan tak mudah hancur saat berenang di dalam indung telur. “After about a week, the sperm count goes up a bit, but the motility decreases. Not having sex for more than five days may affect sperm counts adversely. But intervals as short as two days don't harm sperm density,” ungkap Dale McClure.


Hindari Paparan Radiasi dan Polusi

Bagi Anda yang kerap kali bekerja di luar ruangan dan pabrik, sebaiknya biasakan diri untuk mengenakan masker. Polusi udara serta pestisida akan menurunkan kesuburan pada pria maupun wanita. Selain itu, hindari pula paparan sinar radiasi yang terlalu tinggi, agar tidak menyebabkan kemandulan. “Exposures to pesticide, especially agricultural pesticides, may harm both men and women's fertility,” dikutip dari webmd.com. 

(Elizabeth Puspa, Images: Berbagai Sumber)