Sebelum melakukan proses persalinan, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis kontraksi berikut ini.

Durasi baca: 1 menit.


Kontraksi merupakan hal yang wajar dan normal terjadi pada ibu hamil. Perut yang terasa cukup kencang mulai dari bagian tengah ke bawah merupakan salah satu tanda Anda mengalami kontraksi. Secara umum, kontraksi dapat dijadikan sebagai tanda bahwa proses persalinan akan dimulai. Namun, sebenarnya tidak hanya terjadi pada saat mendekati persalinan. Awal kehamilan di trimester pertama pun Anda masih bisa merasakannya.

(BACA JUGA: Daftar Perlengkapan Ibu dan Bayi yang harus Dibawa ke Rumah Sakit Jelang Persalinan)

Kontraksi sendiri dibagi menjadi beberapa jenis. Yuk, mengenal lebih jauh apa saja jenis-jenis kontraksi yang ibu hamil harus tahu.


KONTRAKSI DINI

Kontraksi dini merupakan salah satu jenis kontraksi yang harus ibu hamil tahu. Khususnya untuk Anda yang baru saja memasuki awal kehamilan. Kontraksi dini biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Kontraksi saat hamil disebabkan oleh adanya pengaruh hormon progesterone yang dihasilkan plasenta dan perut akan terasa kencang. Jangan khawatir, kontraksi ini termasuk tergolong normal. 


Namun, apabila kontraksi dini ini diiringi dengan adanya bercak darah, segera periksakan ke dokter kandungan Anda.


KONTRAKSI BRAXTON-HICKS

Kontraksi Braxton-Hicks atau biasa disebut dengan kontraksi palsu. Kontraksi jenis ini bukanlah tanda Anda akan melahirkan. Biasanya kontraksi ini muncul tidak teratur, bukan menyakitkan melainkan membuat Anda tidak nyaman, dan terdapat rasa tidak enak di daerah selangkangan, itulah beberapa ciri kontraksi palsu.

(BCA JUGA: Jangan Dilakukan, Inilah 5 Hal yang Tidak Disukai Janin Saat di Dalam Kandungan0

Biasanya Anda akan mulai merasakan kontraksi palsu ini ketika memasuki usia kehamilan 6 bulan.


KONTRAKSI EARLY LABOUR

Kontraksi jenis ini terjadi beberapa saat sebelum Anda melahirkan. Biasnaya ditandai dengan melebarnya mulut rahim atau serviks hingga 0-6 cm. Ada beberapa ciri-ciri yang bisa Anda rasakan ketika kontraksi early labour ini terjadi. Yaitu, terasa nyeri di punggung, kesulitan bernapas, mengalami kram yang cukup kuat, dan beberapa bagian tubuh mengalami rasa sakit.


Jika Anda mengalami kontraksi ini, sebaiknya segera bersiap ke rumah sakit.


KONTRAKSI AKTIF

Setelah mengalami kontraksi early labour, kontraksi aktif pun bisa Anda alami. Kontraksi ini merupakan kontraksi terakhir sebelum bayi lahir. Rasa sakit yang cukup hebat dibandingan kontraksi-kontraksi sebelumnya pun dirasakan calon ibu. Hal ini disebabkan karena mulut rahim melebar hingga 10 cm yang menandakan bahwa jalan lahir sudah terbuka.


(Mondials Anindhita, foto: Pixabay.com/Bruna Bruna/Boris Trost/Free-Photos)