Janin cegukan, apakah hal ini normal?


Kehamilan merupakan sebuah anugerah yang terindah untuk setiap perempuan. Memperhatikan bagaimana janin tumbuh dengan baik juga menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan, Setuju, Moms? Selama kurang lebih 9 bulan Moms merasakan tumbuh kembang janin yang dikandung. 

(BACA JUGA: 5 Jenis Makanan Ibu Hamil Muda Agar Anak Cerdas)

Perut yang semakin membesar, janin yang mulai menendang-nendang, bahkan Moms bisa merasakan ketika ia sedang cegukan. Ya cegukan, tidak hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami hal ini, janin di dalam kandungan pun juga bisa! 

Apakah janin cegukan itu hal yang wajar terjadi? Bahaya atau tidak? Ini penjelasannnya.




TANDA BAYI SEHAT

Cegukan merupakan tanda pergerakan diafragma bayi saat mulai belajar bernapas. Dikutip dari alodokter.com, saat janin belajar untuk bernapas, cairan ketuban yang masuk ke paru-paru menyebabkan diafragma mengembang sehingga ia mulai cegukan. Kemampuan janin untuk cegukan, menghirup, dan melepaskan cairan adalah tanda bahwa diafragmanya berkembang.


KAPAN CEGUKAN TERJADI?

Biasanya cegukan bisa terjadi pada janin di dalam kandungan ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua. Namun, tidak jarang juga hal ini terjadi pada trimester pertama. Untuk frekuensi cegukan setiap janin berbeda-beda. Sehingga tidak ada patokan khusus frekuensi ideal cegukan pada janin di dalam kandungan. 

(BACA JUGA: Jelang Persalinan, Begini Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Palsu)




JANIN CEGUKAN APAKAH BERBAHAYA?

Banyak ibu hamil yang khawatir ketika janinnya mengalami cegukan. Sebenarnya hal ini cukup normal terjadi dan memang menjadi salah satu bagian dalam masa kehamilan. Namun, apabila usia kehamilan Moms sudah memasuki usia 32 minggu dan janin mengalami cegukan kurang lebih selama 15 menit, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter kandungan. 

(Mondials Anindhita, foto: Unsplash.com/Ryan Franco/Bich Ngoc Le/John Looy)