Apa yang akan terjadi pada janin ketika ibu hamil sering menangis? Ini jawabannya.


Tahukah Moms, ternyata tidak hanya asupan makanan dan minuman saja yang bisa memengaruhi kondisi kesehatan janin. Suasana hati sang ibu pun juga ikut berkontribusi pada perkembangan janin. Oleh karena itu, Moms harus bisa mengatur emosi saat sedang hamil. 

(BACA JUGA: 5 Cara Menjaga Emosi Tetap Stabil Selama Masa Kehamilan)


Namun, memang ada kalanya ketika ibu hamil juga sedang merasa lelah, tertekan, sedih, hingga menangis. Hal ini biasanya terjadi karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh ibu. 

Ada empat dampak yang bisa terjadi pada janin ketika ibu hamil sering menangis.


RISIKO LAHIR PREMATUR

Dampak ibu hamil sering menangis yang pertama adalah bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Ketika Moms menangis karena stres, tubuh akan melepaskan hormon Corticotropin Releasing Hormone (CRH). 




Hormon ini dipercaya bisa meningkatkan hormon kortisol yang akan masuk melalu plasenta. Apabila suasana hati seperti ini terus menerus terjadi, tentu akan menambah cairan CRH bertambah ke ketuban yang bisa mempercepat pertumbuhan janin sebelum waktunya dan berisiko lahir prematur.


KURANG SUPLAI OKSIGEN KE JANIN

Hati-hati, ketika Moms menangis karena stres, ikatan pembuluh darah di dalam tubuh akan semakin kuat karena meningkatnya produksi hormon norepinephrine. Tentu saja hal ini bisa berbahaya, karena menyebabkan sirkulasi atau suplai oksigen ke janin berkurang.

(BACA JUGA: Bumil Wajib Tahu, Inilah Kiat Mencegah Preeklampsia saat Hamil)


MENINGKATKAN RASA CEMAS

Dampak ibu hamil sering menangis yang ketiga adalah bisa menumbuhkan dan meningkatkan rasa cemas di dalam diri janin sejak dini. Saat Moms menangis, secara tidak langsung tubuh menghasilkan hormon stres.



Hormon ini akan mengalir pada janin melalui plasenta. Apabila hal ini tidak segera diatasi, bisa berdampak pada kondisi psikologis si Kecil ketika sudah beranjak besar.


BERAT BADAN RENDAH

Lahir dengan berat badan rendah merupakan dampak ibu hamil sering menangis selanjutnya. Sering menangis karena stres sangat memengaruhi plasenta sehingga tidak bekerja dengan optimal.

Apabila hal ini terjadi maka berkurang juga distribusi nutrisi dari tubuh Moms ke janin, sehingga menyebabkan ia lahir dengan berat badan rendah. 

(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/rawpixel.com/yanalya/valeria_aksakova)