Apa yang akan terjadi pada janin ketika ibu hamil sering menangis? Ini jawabannya.

Durasi baca: 55 detik.


Tahukah Anda, ternyata tidak hanya asupan makanan dan minuman saja yang bisa memengaruhi kondisi kesehatan janin. Suasana hati sang ibu pun juga ikut berkontribusi pada perkembangan janin. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengatur emosi saat sedang hamil. 

(BACA JUGA: 5 Cara Menjaga Emosi Tetap Stabil Selama Masa Kehamilan)


Namun, memang ada kalanya ketika ibu hamil juga sedang merasa lelah, tertekan, sedih, hingga menangis. Hal ini biasanya terjadi karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh ibu. 


Ada empat dampak yang bisa terjadi pada janin ketika ibu hamil sering menangis.


RISIKO LAHIR PREMATUR

Dampak ibu hamil sering menangis yang pertama adalah bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Ketika Anda menangis karena stres, tubuh akan melepaskan hormon Corticotropin Releasing Hormone (CRH). 




Hormon ini dipercaya bisa meningkatkan hormon kortisol yang akan masuk melalu plasenta. Apabila suasana hati seperti ini terus menerus terjadi, tentu akan menambah cairan CRH bertambah ke ketuban yang bisa mempercepat pertumbuhan janin sebelum waktunya dan berisiko lahir prematur.