Dampak minum soda saat hamil yang harus calon ibu ketahui.


Menikmati segelas minuman soda setelah melakukan beragam kegiatan seharian sepertinya sangat menyegarkan ya, Moms? Tapi tunggu dulu, untuk Moms yang sedang hamil sebaiknya coba pikirkan kembali. Pasalnya, banyak yang mempertanyakan apakah ibu hamil boleh minum soda? Moms harus cek kembali asupan makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi saat hamil. 

(BACA JUGA: Ketahui Dampak dan Bahaya Ibu Hamil Minum Soda!)


Untuk minuman soda, memiliki beragam kandungan yang sebenarnya tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak oleh ibu hamil, diantaranya kafein, gula, dan pemanis buatan. Sebelum Moms membuka satu kaleng minuman soda yang menggiurkan tersebut, ada baiknya ketahui dulu informasi mengenai ibu hamil minum soda berikut ini.


Apakah kafein dalam soda aman selama kehamilan? Dilansir dari laman Healthline, kagein dalam jumlah sedang (kurang dari 200 miligram per hari) tidak akan membahayakan, tetapi sebaiknya konsultasikan lagi dengan dokter kandungan. Pasalnya, kafein dalam tubuh Moms akan melewati plasenta, tempat janin dalam kandungan. Banyak penelitian yang menghubungkan antara kafein dan risikonya, seperti keguguran, namun sayangnya penelitian tersebut masih terbatas. 

(BACA JUGA: Sederet Buah yang Baik untuk Ibu Hamil, FYI Moms!)


(Foto: Freepik.com/cookie_studio)


Apakah gula dalam soda aman selama kehamilan? Secara umum, soda dengan kandungan gula yang banyak tidak bagus. Semua soda mengandung banyak zat kimia, kalori, dan tanpa nilai gizi. Sehingga, minuman tersebut akan membuat Moms kenyang, namun tidak memberikan manfaat baik bagi tubuh atau janin yang ada di dalam kandungan. 

(BACA JUGA: Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Teh? Ini Jawabannya)


Minuman manis, termasuk soda juga harus dihindari jika Moms menderita diabetes gestasional atau berisiko lebih tinggi terkena diabetes. Diabetes gestasional dapat menyebabkan komplikasi bagi Moms sendiri dan calon bayi. Janin dalam kandungan bisa tumbuh terlalu besar dan meningkatkan risiko persalinan yang sulit. Ditambah. Lagi, bayi yang lebih besa bisa kesulitan mengatur gula darahnya setelah lahir.

(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com)