Membantu Perkembangan Janin

Selama masa kehamilan Anda dianjurkan untuk mendengarkan beragam musik klasik. Menurut Janet DiPietro yang merupakan Developmental Psychologist, musik dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Hal inilah yang kemudian memberikan pengaruh positif bagi perkembangan otak calon bayi di dalam janin. “When a woman relaxes, that's good for the fetus and that's an indirect effect of music on the fetus,” paparnya.


Membuat Ibu Tidur Lebih Nyenyak

Masa kehamilan memungkinkan Anda sulit tidur karena mengalami rasa sakit (menegang) akibat calon bayi yang terus menendang perut. Menurut dr. Alexandra Lamont, asal Music Research Group, Universitas Leicester, musik klasik dapat membuat pergerakan janin menjadi lebih tenang, sehingga pola tidurnya lebih lama dan teratur. Bahkan, ia menyebutkan kondisi ini akan terus terjadi hingga bayi lahir nanti. Jam tidur Anda dapat lebih teratur karena bayi tidak mudah rewel atau terbangun di malam harinya. 

“Babies who hear the same music that was played while in the womb fall asleep faster and sleep longer than babies who did not hear music. Playing the same music after birth can help establish a better sleeping pattern for baby, which in turn lets parents get more sleep.”

(BACA: Ketahui Kecemasan Apa Saja Yang Dialami Calon Ibu di Masa Kehamilan Beserta Solusinya)



Mencegah Kelahiran Prematur

Disarankan agar Anda mendengarkan musik yang memiliki irama tenang dan lembut dengan volume suara musik 65 desibel atau lebih rendah dari 50 desibel. Jika melebihi itu, maka kemungkinan pertumbuhan janin Anda bisa terganggu hingga mengalami prematur. Glitzy Mom sebaiknya menghindari mendengarkan musik rock atau musik keras lainnya. Sebaliknya jika di bawah 50 desibel, maka hal ini dapat membantu calon bayi di dalam rahim tumbuh dengan baik. 

“People mistakenly think that the music must be loud in order to reach the baby inside the uterus but in reality amniotic fluid conducts sound very well. Instead, your best option is to simply turn on some music on your stereo while you do your daily activities,” ungkap sebuah penelitian yang dituliskan oleh American Academy of Pediatrics.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)