Beberapa hal ini bisa menjadi tanda dehidrasi pada balita, lho.


Dehidrasi merupakan salah satu masalah kesehatan tubuh yang wajib dihindari. Bisa terjadi pada siapa saja, dehidrasi juga bisa dialami oleh anak balita. Terutama untuk balita yang sedang mengalami penyakit tertentu, harus dipantau secara ketat untuk tanda dehidrasinya. Sebaiknya, jangan menunggu sampai si Kecil sangat haus, karena bisa saja sebelumnya ia sudah mengalami dehidrasi. Dilansir dari laman Healthline, ada baiknya Moms memperhatikan 10 tanda dehidrasi pada balita di bawah ini.

  • Bibir kering dan cenderung pecah-pecah.
  • Urin berwarna gelap.
  • Jarang buang air kecil selama 8 jam atau jumlahnya urinnya sedikit.
  • Kulit kering atau dingin.
  • Mata cekung.
  • Rasa ngantuk yang berlebihan.
  • Kurang energi.
  • Tidak ada air mata saat menangis.
  • Rewel.
  • Napas atau detak jantung cepat.

(BACA JUGA: 5 Jenis Mainan Edukatif untuk Anak Balita, Orangtua Harus Tahu!)


(Foto: Freepik.com/pch.vector)


Di bawah ini ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko dehidrasi lebih tinggi pada balita.

  • Demam.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Keringat berlebih.
  • Asupan cairan yang buruk selama sakit.
  • Penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan usus.
  • Paparan cuaca panas dan lembap.

(BACA JUGA: 9 Tanda Balita Kekurangan Zat Besi, Moms Sudah Tahu?)

(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/bearfotos)