Diperingati setiap tanggal 23 Juli, berikut sejarah Hari Anak Nasional.

Durasi baca: 50 detik.


Tinggal menghitung hari hingga peringatan Hari Anak Nasional tiba. Ya, setiap tanggal 23 Juli negara kita, Indonesia, merayakan dan memperingati Hari Anak Nasional. Namun tahun ini, perayaan cukup berbeda, karena adanya wabah pandemi virus corona atau COVID-19. 


Sehingga perayaan Hari Anak Nasional dilakukan secara virtual atau online. Setiap tahunnya, peringatan Hari Anak Nasional memiliki tema yang sesuai. Seperti yang diinformasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, tema Hari Anak Nasional tahun 2020 ini bertema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, dengan tagline #AnakIndonesiaGembiradiRumah. Lalu apa penyebab dan bagaimana sejarah Hari Anak Nasional dapat akhirnya terwujud? 


Sejarah Hari Anak Nasional yang pertama adalah bermula dari gagasan Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden RI Nomor 44 tahun 1984. Menurut Presiden Soeharto anak-anak Indonesia merupakan aset kemajuan bangsa, oleh karena itu sejak tahun 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 44, ditetapkan bahwa setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. 

(BACA JUGA: Tema Hari Anak Nasional 2020: “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”)


Sejarah Hari Anak Nasional yang perlu Anda ketahui selanjutnya adalah, sebelum diganti menjadi Hari Anak Nasional, di era Presiden Soekarno, melalui Kowani (Kongres Wanita Indonesia) mencetuskan untuk membuat Hari Kanak-Kanak Indonesia, dan digelarnya Pekan Kanak-Kanak pada tahun 1952. Namun ternyata prosesnya cukup rumit dan dinilai tidak memiliki makna sehingga diganti menjadi Hari Anak Nasional pada era Presiden Soeharto.



(Foto: Freepik.com/jcomp)


Sejarah Hari Anak Nasional yang harus Anda tahu berikutnya adalah setiap perayaan Hari Anak Nasional ini harus dilaksanakan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Hal tersebut bertujuan agar kesejahteraan anak-anak dapat terlaksana secara rata dan hak anak-anak pun dilindungi secara hukum dan negara. 


Adanya peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi kesempatan untuk para orang dewasa, orangtua, keluarga, dan masyarakat untuk terus melaksanakan kewajiban dan bertanggung jawab untuk tetap melindungi anak-anak, sebagaimana telah ditetapkan di Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002, mengenai Perlindungan Anak.


(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/jcomp)