Pastikan bayi Anda tetap aman dan terhindar dari penyakit saat akan menerima donor ASI.

Tak semua ibu beruntung dapat memproduksi jumlah ASI yang banyak. Meskipun telah mengikuti kelas laktasi, memijat payudara, memperbanyak konsumsi sayuran dan buah sebagai perangsang keluarnya ASI, namun tetap saja usaha tersebut tak jarang gagal.

Lalu, apa solusi yang bisa ditempuh bagi para ibu yang tak dapat memproduksi ASI dalam jumlah cukup? Langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah mencari donor ASI melalui layanan online ataupun langsung. Solusi ini biasanya dipilih agar buah hati dapat tetap merasakan manfaat ASI dan menghindari pemberian susu formula berlebih pada si kecil. Namun, sebelum Anda mengambil langkah ini sebaiknya perhatikan beberapa panduan berikut, agar ASI yang didonorkan tetap aman untuk sang buah hati.



Alasan Mendonor ASI 

Menurut dr. Chessa Lutter, selaku penasihat pangan dan gizi dari Pan American Health Association (Regional Office of the WHO), mengungkapkan bahwa bayi yang boleh menerima ASI adalah mereka yang tidak cukup mendapatkan asupan ASI atau jika sang ibu telah meninggal dunia—sehingga mau tak mau bayi tersebut perlu mendapatkan ASI dari pendonor. Namun, jika ibu masih sanggup dan mampu memberikan ASI, sebaiknya lakukan sendiri dan jangan malas untuk terus mencobanya.


Mengenal Siapa Pendonor ASI

Saat Anda sudah kehabisan akal dan air ASI yang kerluar tetap saja sedikit, maka bukan berarti ibu dapat memilih pendonor secara sembarangan. Anda tetap harus melihat siapa dan latar belakang kesehatan dari orang tersebut. Penularan virus seperti HIV, hepatitis, dan penyakit lainnya sangat mudah tertular melalui ASI. Oleh karena itu, ada baiknya ibu meminta bantuan dari teman atau saudara yang memang sehat dan jauh dari penyakit tersebut, sebelum mencari pendonor secara online


Perhatikan Tingkat Sterilisasi

Anda harus tahu kapan waktunya ASI tersebut diproduksi. ASI yang disimpan terlalu lama dalam waktu berhari-hari akan merubah rasa dan menjadi basi, sehingga tidak memungkinkan si kecil mengonsumsinya. Pastikan ASI dari pendonor disimpan di dalam kulkas tak lebih dari 5 – 7 hari. Selain itu, jangan sampai ASI yang dikirimkan terkontaminasi dengan asap dan debu dari udara luar yang merupakan sumber penyakit. 


Kondisi Kesehatan Si Kecil

Bagi bayi yang lahir prematur, sebaiknya niat untuk memperoleh ASI dari pendonor ditunda terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan bayi prematur memiliki sistem antibodi—daya tahan tubuh—yang lebih rendah dibandingkan bayi normal pada umumnya. Terlebih, bayi prematur sangat sensitif dan lebih rentan terkena bakteri sehingga resiko terganggunya kondisi kesehatan menjadi lebih tinggi jika mengonsumsi ASI dari pendonor. 


Wajib Melakukan Proses Pasteurisasi

Saat ASI datang dari pendonor, sebaiknya jangan langsung memberikannya pada buah hati. Anda harus melakukan proses pasteurisas—pemanasan ASI kembali. Proses ini berfungsi untuk mematikan semua virus dan bakteri yang terdapat dalam tubuh ibu pendonor sehingga tidak menular pada bayi Anda.

(Elizabeth Puspa)