Adakah Perbedaan Setelah Menjadi Ibu?

“Sangat berbeda. Saya sekarang bisa benar-benar merasakan sulitnya menjadi ibu. Mereka adalah sosok yang rela mengorbankan apapun demi anaknya. Seorang ibu bahkan tidak peduli badannya menjadi gemuk karena harus hamil dan melahirkan anaknya. Saya sekarang suka menyesal kenapa dulu pernah melawan mama.” 


Menjadi Ibu adalah Sebuah Kebanggaan

“Meskipun setelah melahirkan badan menjadi (lebih) besar, namun tidak boleh minder. Justru semua orang harus tahu kita sekarang sudah menjadi ibu dan sedang (dalam proses) pemberian ASI. Jadi harus disyukuri saja. Kehamilan merupakan sebuah anugerah yang mungkin tidak semua wanita bisa merasakannya.”


Jadilah Ibu ASI Untuk Anak Anda

“Saya selalu berusaha untuk memberikan ASI eksklusif, apalagi ASI saya termasuk lancar dan banyak, jadi harus banget memberikan ASI pada anak. Saya selalu memberikan stok ASI di rumah kalau mau meninggalkan anak untuk pergi kerja. Saya biasanya pumping dari jauh-jauh hari. Jadi anak tetap bisa minum ASI tanpa ketakutan mereka akan haus nantinya. Setiap ada waktu luang di rumah, sesering mungkin memompa ASI, jadi tidak dadakan dan selalu ada stok.” 



Jangan Biasakan Selalu Meninggalkan Anak dengan Suster

“Saya memiliki kesibukkan yang cukup padat, tapi saya tidak mau meninggalkan anak dengan suster sendiri di rumah. Harus ada keluarga ataupun saudara yang mengawasi (anak-anak) agar kita bisa (merasa) tenang. Suster biasanya mengurus anak-anak, namun orangtua saya mengawasi dari jauh.”


Selalu Luangkan Waktu Mengasuh Anak

“Sekalipun saya bekerja, namun saya tetap ingin mengasuh anak sendiri. Saya terbiasa untuk bangun subuh, kemudian mandikan anak yang pertama dan mengantarnya sekolah. Setelah selesai saya baru bersihkan diri sendiri sembari memandikan anak yang kedua, usai dijemur oleh suster. Saya hanya ingin anak tetap terawat.”