Inilah panduan tepat mengatur jam tidur anak agar si Kecil tetap sehat dan berkembang maksimal. 

Durasi baca: 1 menit. 


Bayi dan anak-anak memerlukan jam istirahat yang cukup. Ketika mereka tertidur, maka sistem saraf di dalam tubuhnya akan ikut beristirahat—termasuk otaknya. Hal ini bisa membuat anak kembali beraktivitas dengan lebih energik dan cepat tanggap ketika Anda mengajarkan suatu hal kepadanya. 


Menurut American Academy of Pediatrics, setiap anak memiliki jam tidur yang berbeda sesuai usianya dan kebutuhannya, seperti berikut ini.

(BACA JUGA: 4 Langkah Penting Memandikan Bayi Baru Lahir)


BAYI BARU LAHIR – 4 BULAN  

Total tidur: 16 – 18 jam. 

Tidur malam: 8 – 9 jam. 

Tidur siang: 7 – 9 jam dengan porsi tidur yang bisa dibagi sebanyak 3 – 5 kali. 


USIA 4 – 12 BULAN 

Total tidur: 12 – 16 jam.

Tidur malam: 9 – 10 jam. 

Tidur siang: 4 – 5 jam dengan porsi tidur yang bisa dibagi sebanyak 2 – 3 kali. 


USIA 1 – 2 TAHUN 


Total tidur: 11 – 14 jam. 

Tidur malam: 11 jam. 

Tidur siang: 2 – 3 jam dengan porsi tidur yang bisa dibagi sebanyak 2 kali.


USIA 3 – 5 TAHUN 

Total tidur: 10 – 13 jam. 

Tidur malam: 10 jam. 

Tidur siang: 1 jam. 


USIA 6 – 12 TAHUN 

Total tidur: 9 – 12 jam. 

Tidur malam: 10 jam. 

Tidur siang: Anak usia 6 tahun ke atas biasanya sudah jarang tidur siang, tetapi usahakan minimal 1 jam untuk istirahat di siang hari.


Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka jam tidurnya akan ikut berkurang. Aktivitas fisik yang semakin banyak menjadi salah satu penyebabnya. Namun saat hari libur tiba, biasakan anak tetap memiliki jam tidur siang minimal 1 jam untuk memaksimalkan masa tumbuh kembangnya, termasuk kualitas otaknya. 

(Agnes Priscilla, foto:unsplash.com/ Paige Cody)