Inilah beberapa hal yang harus dipelajari si kecil saat belajar pendidikan karakter anak usia dini.

Durasi Baca: 1 menit 15 detik


Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Itulah sebabnya pendidikan karakter anak usia dini perlu dilakukan. Tujuannya agar ia dapat bersaing dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak dini. Jiwa kepemimpinan tersebut akan berguna untuk mandiri, memimpin keluarga, dan pekerjaannya kelak. Dengan bekal karakter yang baik, ia pun dapat mengenal dirinya secara positif dan percaya diri.

(BACA JUGA: Pentingnya Menerapkan Nilai Toleransi Kepada Anak Sejak Dini)


STIMULASI KEMAMPUAN ANAK

Untuk melakukan pendidikan karakter anak usia dini, Anda perlu menstimulasi kemampuan anak terhadap beberapa hal berikut. 

<--- next page --->

PERCAYA DIRI TINGGI

Berilah ia kesempatan untuk melakukan hal-hal yang bisa dilakukannya sendiri sesuai tahap tumbuhu perkembangan usianya. Pada anak balita, berilah si kecil kesempatan untuk menyusun piring, sendok, garpunya sendiri menjelang jam makan siang atau makan malam.


KOMUNIKASI POSITIF TERHADAP ANAK

Sebelum anak menginjak usia 1 tahun, Anda dan suami boleh berbicara lebih banyak daripada si kecil. Namun, ketika si kecil sudah genap 1 tahun, jalinlah komunikasi positif dua arah dengan si kecil.


Hal ini berguna untuk membantu mengembangkan rasa kepercayaan diri si kecil sekaligus membantu merangsang kemampuan verbal anak. 

<--- next page --->

TEPATI JANJI

Pupuklah integritas si kecil sejak dini. Mulailah dari hal terkecil dalam kesehariannya. Contoh, mintalah ia mengambil sendiri makan siangnya. Kemudian, buatlah ia berjanji untuk menghabiskan makanan yang telah ia ambil tersebut. Berikan waktu dan pastikan si kecil menepati janji untuk menghabiskan makanan tersebut.


Dengan demikian, si kecil belajar untuk mengukur kemampuan dirinya. Ia pun belajar bahwa ia harus menepati janji sesuai dengan yang ia katakan. 


TUMBUHKAN SIKAP PEMBERANI

Jangan mendikte anak Anda dalam segala hal. Biarkan ia memilih dan mengemukakan keinginan serta pendapatnya. Dengan demikian ia belajar tentang bagaimana harus bersikap dan mengemukakan kemauannya. Contohnya, biarkan ia memilih busana yang hendak dikenakan. Jangan memilihkan busana yang sama seperti kakak atau adiknya.


Sesekali, cobalah untuk mendebat keinginannya. Cara ini akan membantu si kecil untuk mempertahankan pendapatnya dan cerdik menemukan solusi.

<--- next page --->

ASAH KEMAMPUAN SOSIALISASI

Saat anak berusia 3 tahun, minimalkan ia berinteraksi dengan anak di atas usianya. Biarkan ia berteman dan bergaul lebih banyak dengan teman sebaya.


Hal ini membantu si kecil untuk belajar tingkah laku yang dapat diterima dan dihindari oleh teman-temannya. Dengan demikian, si kecil tidak menjadi ‘jagoan kandang’.


TANAMKAN RASA TANGGUNG JAWAB

Ini dapat dilakukan ketika anak berbuat salah atau tidak sengaja menyakiti dirinya. Misalnya ketika anak terantuk meja. Jangan salahkan meja dengan memukul meja dan menuduh benda mati tersebut melakukan kesalahan. Mintalah ia lebih berhati-hati dan mengevaluasi penyebab ia terantuk meja. Apakah hal tersebut terjadi karena ia berlari? Cara ini membantu si kecil untuk bertanggung jawab menjaga dirinya sendiri.


Cara yang sama juga dapat Anda lakukan ketika ia menumpahkan minuman. Jangan memarahi si kecil dan menyuruh orang lain membereskan kekacauan yang telah ia buat. Sebaiknya, mintalah ia untuk membereskan air yang tumpah. Beri contoh bagaimana harus mengepel lantai atau menyapu. 


(Anggia Hapsari, foto: Pexels)