Sebelum memberikan obat batuk anak 1 tahun, Anda perlu tahu tentang ini.

Durasi baca: 1 menit



Saat anak Anda baru berusia sekitar 1 tahun dan menunjukkan gejala batuk ringan, langkah apa yang harus Anda lakukan? Langsung membawanya ke dokter, memberikan obat batuk anak 1 tahun, atau mencoba langkah-langkah untuk meredakan batuknya. Apapun tindakan yang Anda lakukan tentu bertujuan untuk meredakan batuknya. 



(BACA JUGA: Tips Agar Batuk Pilek Anak Lekas Reda)



Penting diingat bahwa tidak semua batuk pada anak membutuhkan obat dan tidak semua obat batuk anak 1 tahun aman dikonsumsi tanpa resep dokter. Namun jika anak mulai merasa tidak nyaman dan sulit tidur, pastikan Anda memiliki stok obat ini di rumah untuk bantu meredakan gejala yang menyertai batuk.





Parasetamol

Meski bukan obat batuk anak 1 tahun, parasetamol merupakan obat analgesik dan antipiretik yang populer digunakan untuk meredakan demam yang biasanya muncul bersamaan dengan batuk. Jadi pastikan Anda selalu memiliki stok persediaan di rumah. Parasetamol untuk batita, biasanya tersedia dalam bentuk sirup dan drops. 



Anda wajib tahu:  

Parasetamol harus diberikan berdasarkan resep dokter. Mengapa? Karena jika dosis yang diberikan tidak tepat maka akan menjadi racun bagi hati. Biasanya dokter akan menyesuaikan dosis obat dengan berat badan bayi bukan dengan usianya. Karena, anak yang berusia 1 tahun memiliki berat badan yang variatif. Jadi pastikan dosis yang Anda berikan telah sesuai dengan anjuran dokter.



Kapan waktu pemberian yang tepat?   

Secepatnya begitu tahu anak demam. Agar efektif, pastikan Anda mengulangi pemberian parasetamol setiap 4-6 jam sekali namun tidak lebih dari 4 kali dalam rentan waktu 24 jam.  


Ibuprofen

Selain parasetamol beberapa dokter juga kerap menuliskan resep Ibuprofen untuk bantu mengurangi demam anak. Meski bukan obat batuk anak 1 tahun, Ibuprofen tak kalah populer untuk membantu meredakan demam dan nyeri. 



Apa yang membedakan Ibuprofen dan Parasetamol?

Walaupun sama-sama berfungsi sebagai obat pereda nyeri dan penurun demam, Ibuprofen dan Parasetamol tetap memiliki perbedaan. Bedanya, Ibuprofen juga bermanfaat untuk mengatasi peradangan serta menghambat produksi zat pemicu peradangan di dalam tubuh. 


Kapan waktu pemberian yang tepat?   

Karena dapat menimbulkan luka dan iritasi pada dinding lambung, Ibuprofen sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk menghindari efek samping berupa mual dan muntah. Dosis pemberiannya pun tidak lebih dari 3 kali dalam jangka waktu 24 jam serta jarak waktu saat memberikan obat juga jangan terlalu cepat - sebaiknya kurang dari 6 jam.





Lakukan Ini Untuk Bantu Anak Merasa Lebih Baik 



Tetap terhidrasi. Berikan anak banyak minum untuk mencegah lendir menggumpal di saluran napas, dengan begitu frekuensi batuknya pun semakin berkurang. Mungkin ia tidak merasa haus seperti biasanya, atau mungkin mereka merasa tidak nyaman saat minum air putih. Coba berikan minuman hangat atau sup untuk bantu meringankan rasa sakit dan iritasi di dada, asupan ini juga dapat melonggarkan lendir.



Perbanyak istirahat. Hindari aktivitas fisik seperti bermain dan berolahraga. Karena hal ini dapat membuat batuknya semakin memburuk. Pastikan anak beristirahat di tempat yang sejuk. Selain nyaman, menghirup udara yang sejuk dapat bantu melarutkan dahak yang menggumpal di saluran pernapasan. Jika perlu, gunakan humidifier untuk menjernihkan kembali udara di dalam ruangan.   




Pertimbangkan kembali untuk memberikan obat batuk anak 1 tahun tanpa resep dokter. Wajar jika Anda menjadi panik dan merasa khawatir, namun ingatlah bahwa apa yang Anda rasakan akan dirasakan pula oleh anak Anda. Meskipun sulit, cobalah untuk tenang sebelum memberikan obat batuk anak 1 tahun.    



(Tenny Rosyaria, Foto: Myriam Zilles dari Pixabay )