Anastasia menambahkan, “Seorang perempuan yang mengalami baby blues sebaiknya jangan terlalu panik, karena akan membuat Anda semakin depresi dan menyalahkan diri sendiri. Berusahalah untuk tenang, menerima diri sendiri, memahami segala bentuk perubahan fisik. Selain itu ibu harus mencari cara atau segera mencari bantuan kepada ahli untuk berkonsultasi supaya kondisi psikologis pasca melahirkan bisa kembali stabil,” tambahnya.


Ia juga menjelaskan, salah stau faktor terpenting yang membantu seorang perempuan terhindar dari baby blues adalah peran suami. “Keluarga dan suami memiliki ambil adil yang sangat besar. Sebagai contoh, ketika ASI ibu tidak keluar, maka keadaan ini memicu seorang menjadi depresi, jika suami terus mendesak dan menyalahkan istri, maka bisa menyebabkan orang tersebut terkena baby blues dan semakin membuat ASI tidak dapat keluar. Sebaliknya, pada saat suami mendukung dan mencari solusi bersama, maka hal ini dapat terminimalkan, karena ibu merasa banyak orang yang mencintai dirinya,” tegasnya.


Selain dukungan dari keluarga dan suami, ibu juga harus mengetahui kapasitas dirinya. Bagaimana cara untuk membuat diri sendiri tenang dan nyaman, karena pasca melahirkan ada proses peralihan dari perubahan rutinitas yang membuat ibu harus beradaptasi supaya terhindar dari baby blues.


(Riska Yulyan, foto: pexels.com)