Yuk, Moms dukung tumbuh kembang si Kecil dengan bermain menggunakan mainan edukasi yang tepat.



Moms, kami mengerti, bekerja di rumah ditambah mengurus rumah dan keluarga seharian kadang membuat kita lelah. Tapi, jangan sampai hal itu membuat waktu berkualitas Moms dan si Kecil jadi berkurang, ya.


Melihat hal itulah, Early Learning Centre (ELC) kembali menghadirkan kampanye #ELCMainSamaAnak. Kampanye ini sendiri berharap agar para orang tua dengan kesibukan tinggi (terutama saat pandemi ini) tetap bisa memiliki waktu lebih untuk meningkatkan bonding dengan anak-anak melalui bermain bersama.


Tapi catat ya Moms, jika bermain tak sekedar bisa membuat si Kecil merasa senang saja. Namun, bermain menggunakan mainan edukasi yang tepat bisa mendukung tumbuh kembang si Kecil, lho! Saat orang tua mendampingi anak-anak bermain bersama, maka hal itu juga dapat membantu anak untuk meningkatkan kreativitas, imajinasi, serta proses bersosialisasi mereka.





ELC pun bisa menjadi salah satu destinasi terbaik Moms untuk mencari mainan edukasi dalam mendukung perkembangan anak-anak. Selain hadir dengan kualitas mainan terbaik dan terpercaya, mainan ELC juga disesuaikan dengan usia anak.


Selain itu, dengan adanya 13 ELC Child’s Development Icons pada setiap mainan ELC, dapat memudahkan orang tua mengetahui, mengerti dan menentukan mainan yang tepat untuk perkembangan anak mereka.

(BACA JUGA: Agar Si Kecil Makin Nyaman, Simak 4 Tips Memilih Pakaian Rumah untuk Anak Berikut Ini)


Memang banyak sekali pilihan mainan yang tersedia di ELC, namun mainan edukasi seperti ELC Little Senses, Pretend Play dan Outdoor Toys menjadi rekomendasi mainan yang bisa dicoba karena juga paling diminati selama pandemi ini.



 


Kampanye #ELCMainSamaAnak ini juga mendapat dukungan dari dr. Mesty Ariotedjo, SpA, seorang Moms yang juga merupakan dokter anak serta founder Tentang Anak.


Bermain dengan anak bukan hanya menjadi tugas ibu tetapi juga ayah. Studi menunjukkan terdapat 47% ayah tidak terlibat pada proses stimulasi apapun, padahal skor perkembangan anak akan lebih tinggi jauh jika sang ayah juga terlibat. WFO dan Unicef pun menghimbau orang tua untuk dapat menghabiskan waktu yang berkualitas minimal 30 menit per anak per hari,” ujarnya.

(Meichella Nancy, foto: ELC Indonesia)