“KAPAN RENCANA ANAK KEDUA?”

Pertanyaan yang satu ini biasanya sering terucap saat anak sudah memasuki usia tiga bulan ke atas. Jika kamu berani bertanya soal ini pada ibu yang baru saja melahirkan untuk pertama kalinya. Jika kamu memutuskan untuk bertanya hal semacam ini, jangan kaget kalau kamu nantinya akan disentak.


Proses saat hamil, melahirkan, hingga mengurus seorang bayi tidaklah mudah. Seorang ibu bisa berada di tingkat stres tertinggi karena mengurus anaknya. Hal ini dipengaruhi oleh jam tidur yang berkurang, serta terkadang kurangnya bantuan suami atau pihak lain dalam mengurus anaknya.


Jika bisa melarikan diri sejenak, ibu yang baru melahirkan pasti ingin melakukan hal tersebut. Jadi, daripada kamu bertanya soal kapan punya anak kedua, lebih baik beri dukungan positif agar ibu tersebut bisa lebih semangat dalam mengurus anaknya.


“KOK ANAK KAMU BEGINI? ANAKNYA SI ITU...”

Please! Jangan pernah sekalipun kamu membanding-bandingkan anak kamu atau anak seseorang dengan anak orang lain. Anak si A lebih besar, anak si B sudah bisa duduk, anak si C sudah tumbuh gigi dan lain sebagainya. Tidak hanya cara lahir, setiap anak juga punya fase pertumbuhannya sendiri.


Sangat tidak pantas dan adil bila kita membanding-bandingkan satu anak dengan anak lainnya. Anak yang lebih gemuk belum tentu lebih sehat dari yang kurus. Anak yang belum bisa duduk belum tentu terlambat tumbuh.


Anak yang tidak minum ASI belum tentu lebih pintar dari yang minum ASI dan begitu seterusnya. Jadi, belajarlah untuk membangun empati terutama di antara kamu yang sudah menjadi seorang ibu.




(Andiasti Ajani, foto: pexels.com/wayne evans, parents.com, mariagarzon, victoria borodinova/pixabay.com)