Kira-kira apa saja manfaat yang dimaksud? Cek di sini!


Tantrum adalah ledakan emosi seperti berteriak, menangis, marah, menjerit dan lain sebagainya yang biasa terjadi pada anak-anak terutama balita. Tantrum bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun tantrum terjadi karena anak belum bisa mengekspresikan keinginannya.


Karena ia belum bisa mengekspresikan keinginannya, maka orangtua atau orang dewasa yang ada di sekitarnya tidak mengerti. Inilah yang kemudian menyebabkan anak marah dan bereaksi yang tidak semestinya. 


Meskipun tantrum adalah sikap yang tidak baik, tetapi sebuah penelitian mengungkap bahwa tantrum ternyata memiliki efek positif terutama bagi psikologis balita. Berikut ini GLITZMEDIA.CO merangkum beberapa efek positif di balik tantrum pada anak:


BELAJAR CARA MENGEKSPRESIKAN DIRI

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa tantrum bisa terjadi karena anak belum bisa mengekspresikan keinginannya.


Lewat tantrum, anak justru belajar bagaimana cara mengekspresikan dirinya. Terlebih bila orangtua mengabaikannya saat sedang menangis atau marah. Ia secara otomatis akan berpikir: Bagaimana caranya agar orangtuaku mengerti apa yang aku maksud.


Karena itulah tantrum secara tidak langsung juga berfungsi sebagai cara pendewasaan dalam diri anak.


MELEPAS STRES

Saat menangis, tubuh seseorang mengeluarkan zat bernama kortisol atau hormon stres dari dalam tubuhnya. Termasuk pada anak-anak, sehingga jika anakmu menangis karena tantrum sebaiknya diamkan saja hingga tangisannya mereda.


Setelah itu, ajak ia bicara dengan menanyakan apa yang sebetulnya ia inginkan? Jika cara ini berhasil, maka suasana hati si kecil juga akan baik kembali dengan sendirinya. 

(BACA JUGA: Cara Tepat Menghadapi Anak Tantrum)




BELAJAR PENOLAKAN

Anak menjadi tantrum, bisa juga disebabkan oleh kata “Tidak” yang diucapkan oleh orangtua saat anak meminta sesuatu namun tidak masuk akal. Jangan ragu dan takut, metode ini baik untuk tumbuh kembang si kecil.


Anak memang harus tahu bahwa tidak semua hal yang ia inginkan harus ada atau terjadi saat itu juga. Anak juga haus tahu, perlu waktu dan alasan bagi orangtua sebelum akhirnya memutuskan untuk memberi dan mengizinkan permintaan mereka atau tidak. 


TIDUR LEBIH NYENYAK

Ketika anak tantrum, jangan sesekali kamu mencoba untuk menghentikannya. Jika emosi anak tidak berhasil keluar, maka ia akan kesulitan saat tidur karena emosi yang seharusnya keluar berkecamuk di dalam kepalanya.


Ketika otaknya tidak bisa beristirahat,  anak jadi tidak bisa tidur nyenyak. Jika tidurnya tidak nyenyak, maka gangguan tantrum juga akan muncul dan mengganggu waktu istirahat si kecil dan, tentunya, orangtua.


MEMPERERAT HUBUNGAN DENGAN ORANGTUA

Meskipun saat tantrum anak terkesan benci dengan orangtuanya, tapi dalam hati kecilnya ia ingin kamu terus berada di sampingnya. Seorang psikolog asal Amerika Serikat bernama Azine Graff mengatakan, saat anak tantrum A juga bisa melakukan kontak fisik dengannya agar ia menjadi lebih tenang. Seperti memeluknya, menggendongnya dan lain sebagainya.


(Andiasti Ajani, foto: day2dayperenting.com, focusonthefamily.com)