Beberapa hal ini bisa menjadi alasan Moms dan Dads tidak boleh membandingkan-bandingkan anak.


Tahukah Moms, salah satu kebiasaan negatif yang seringkali tidak disadari orangtua adalah sering membandingkan anaknya dengan anak orang lain atau teman si Kecil. Mungkin awalnya Moms berpikir bahwa tindakan tersebut bisa memberikan motivasi atau semangat untuk si Kecil bersaing dan setara dengan temannya.

(BACA JUGA: Efektif, Begini Cara Mengatasi Anak Tidak Mau Sekolah)


Namun ternyata, di sisi lain sering membandingkan anak bisa memberikan dampak buruk untuk tumbuh kembangnya. Berikut ini beberapa dampak sering membandingkan anak yang bisa terjadi.


TIDAK PERCAYA DIRI

Dampak buruk sering membandingkan anak yang pertama adalah tidak percaya diri. Rasa percaya diri anak lambat laun semakin menurun karena merasa selalu salah dan tidak pernah mendapatkan apresiasi dari orangtuanya. Mereka menjadi takut untuk berpendapat atau bertindak karena perasaan ragu, apakah Moms akan menyukainya atau tidak. 

(BACA JUGA: 8 Rekomendasi Film dan Serial Dokumenter untuk Anak)


SULIT MENEMUKAN BAKATNYA 

Setiap anak memiliki kemampuan masing-masing, sehingga Moms tidak dapat menyamaratakan keahliannya dengan orang lain. Membandingkan anak mampu membuatnya sulit menemukan bakatnya dan mengasah talentanya. Paksaan yang orangtua berikan dapat menurunkan prestasinya di sekolah, lantaran tekanan yang menerpa dirinya secara terus menerus. 


(Foto: Freepik.com/bearfotos)


PENDIAM DAN INTROVET 

Sering membandingkan anak dapat membuatnya tumbuh menjadi pribadi pendiam dan introvert. Rasa minder yang ia alami tidak hanya berlangsung saat berada di dalam rumah tetapi membekas hingga di bangku sekolah. Akibatnya, ia tidak pernah mau berpendapat, jarang mendapatkan teman dan sulit berkonsentrasi di sekolah. 

(BACA JUGA: Sebaiknya Hindari, Inilah 5 Dampak Buruk Memarahi Anak di Depan Umum)


MEMBERONTAK 

Kemungkinan selanjutnya yang bisa terjadi adalah anak memiliki pribadi pemberontakan. Tekanan sosial dan tuntutan dari orangtua yang terus membandingkan dirinya membuat anak semakin memberontak. Ia mencoba keluar dari zona aman dan ingin membuktikan pada orangtuanya bahwa ia mampu lebih baik. Namun sisi negatifnya, anak menjadi lepas kontrol dan sulit untuk dipantau. 

(Elizabeth Puspa/Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/lookstudio)