Agar bisa diatasi dengan baik, Anda harus mngetahui ciri-ciri tantrum pada anak. Simak informasi berikut ini.

Durasi baca: 50 detik.


Pernah mendengar istilah tantrum? Ya, tantrum merupakan sebuah kondisi ledakan emosi akan adanya amarah dan frustasi. Biasanya hal ini dialami oleh para balita atau anak-anak. Dilansir dari healthline.com, tantrum dimulai dari usia 12 hingga 18 bulan dan puncaknya ketika ia memasuki usia “terrible twos” atau 2 tahun.

(BACA JUGA: Ternyata, Tantrum Memiliki Efek Positif Bagi Psikologis Balita)


Hal ini merupakan sebuah periode di mana di dalam perkembangan tumbuh kembangnya, si Kecil mulai memiliki kesadaran terhadap diri sendiri dan menegaskan bahwa mereka juga memiliki kebebasan dari orangtuanya. Tidak jarang tantrum terjadi ketika si Kecil belum bisa berkomunikasi atau berbicara dengan baik untuk mengutarakan pendapatnya.


Rasa lelah, lapar, sakit, dan sebagainya bisa menjadi penyebab ia mengalami tantrum. Untuk sebagian kasus, tantrum akan mulai berkurang dan menghilang ketika si Kecil memasuki usia 4 tahun ke atas. Perlu diketahui, saat si Kecil mengalami tantrum, Anda mungkin berpikir bahwa Anda berbuat salah kepadanya.


Namun, tantrum merupakan hal normal yang terjadi di dalam tumbuh kembang kehidupan anak-anak. Bukan terjadi karena Anda melakukan kesalahan dan jangan mengganggap Anda adalah orangtua yang buruk ya, Moms. 



(Foto: Freepik.com/jcomp)


Agar masalah ini bisa diatasi dengan baik, ada baiknya Anda mengetahui 8 ciri-ciri tantrum pada anak. Ini dia.


  • Mudah marah
  • Merengek 
  • Menangis dan berteriak
  • Menahan napas
  • Menyubit diri sendiri atau orang lain
  • Menendang dan memukul
  • Menggigit
  • Tubuh tegang dan meronta-ronta


(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com)