Jika si Kecil sering BAB, jangan khawatir dulu Moms. Baca artikel berikut ini.


Menjadi seorang ibu merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan menyenangkan. Bak roller coaster, ada suka dan duka selama Moms menjalani peran baru ini. Banyak hal yang perlu diketahui dan dipelajari. Salah satunya adalah mengetahui frekuensi buang air besar (BAB) bayi.  


Banyak ibu baru yang bertanya-tanya, mengapa bayi sering BAB? Ada banyak faktor yang memengaruhi hal ini. Agar tidak bingung dan khawatir, berikut beberapa hal yang harus Moms perhatikan dan lakukan ketika bayi sering BAB. 


FREKUENSI BAB BAYI 

Berusia kurang dari dua bulan, biasanya memang bayi sering BAB setelah menyusu. Frekuensinya adalah sekitar 1 hingga 8 kali sehari. Banyak orangtua yang mengira diare padahal sebenarnya tidak demikian. Jangan khawatir, seiring bertambahnya usia, semakin menurun juga frekuensi BAB nya. 

(BACA JUGA: 7 Tips Memilih Popok Bayi untuk Orangtua Baru!)


BENTUK FESES 

Umumnya bayi yang minum ASI fesesnya akan lebih banyak dan lebih encer dibandingkan bayi yang minum susu formula. Sehingga apabila bayi sering BAB dan fesesnya encer, jangan panik ya, Moms. Hal ini masih cukup normal, kecuali terdapat darah atau lendir di fesesnya, si Kecil harus segera membawanya ke dokter anak.

(BACA JUGA: Tips Merawat Jari Tangan dan Kaki Bayi Baru Lahir, FYI Moms!)


(Foto: Freepik.com/peoplecreations)


TANDA-TANDA DIARE 

Bayi sering BAB belum tentu diare, Moms. Ada perbedaan antara sering BAB yang normal dengan diare. Apabila si Kecil mengalami diare ia akan memberikan tanda-tanda berikut yang bisa dikenali. 

  • Bibir kering dan pecah-pecah.
  • Mudah rewel dan menangis.
  • Tidak menyusu.
  • Tampak lemah dan lesu.
  • Urine berwarna gelap.
  • Mual dan muntah.
  • Feses berlendir dan berbau.
  • Demam tinggi.

(BACA JUGA: 8 Cara Menenangkan Bayi Menangis, Bisa Dicoba Moms!)

(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/cookie_studio)