×

Stay in The know

Motherhood

Apakah Pewangi Ruangan Bisa Memengaruhi Kesehatan Bayi? Ini Jawabannya

Apakah Pewangi Ruangan Bisa Memengaruhi Kesehatan Bayi? Ini Jawabannya
Mondials Anindhita

Fri, 30 August 2019 at 08.01

Pewangi ruangan, nampaknya tidak baik bagi kesehatan bayi. Simak penjelasannya berikut ini.

Durasi baca: 55 detik.


Ketika Anda memiliki bayi, secara tidak langsung pasti ingin menjaga keadaan rumah agar selalu tetap bersih dan nyaman. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan ruangan, bahkan beberapa orangtua menyemprotkan pewangi ruangan.

(BACA JUGA: 5 Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Posisi Gigi Bayi Tumbuh Tidak Sempurna)


Mungkin dengan menggunakan pewangi ruangan tidak hanya ingin membuat ruangan terasa segar, tetapi juga untuk meningkatkan mood. Namun, apakah penggunaan pewangi ruangan aman untuk bayi?


BBC pernah melansir sebuah penelitian yang dilakukan oleh Medical Research Council dan Welcome Trust, serta lembaga penelitian Amerika Serikat. Dari hasil penelitian tersebut, mereka mengklaim bahwa penggunaan pewangi ruangan, mempunyai efek buruk yang akan terjadi terhadap bayi.


Pewangi ruangan, memiliki kandungan yang disebut volatile organic compounds atau senyawa yang mudah menguap yang bersifat iritan. Senyawa ini biasanya juga terkandung dalam perekat lantai, cat, dan produk-produk pembersih lainnya.


Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa rumah yang menggunakan pewangi ruangan (penyemprot, pewangi stik, dan aeorosol) setiap harinya, sebesar 32 persen bayi mengalami diare dibandingkan rumah yang jarang menggunakan pewangi ruangan.


Tidak hanya diare saja, beberapa bayi dikabarkan mengalami sakit telinga. Sementara efek pewangi ruangan pada orang dewasa, hanyalah sakit kepala dan mual-mual.




Dr. Alexandra Farrow selaku ketua penelitian ini mengatakan, bahwa penggunaan aerosol dan produk rumah tangga lainnya, dapat menyebabkan percampuran bahan kimia komlpeks dan penumpukan VOC’s di dalam rumah.


“Orang mungkin berfikir bahwa menggunakan produk ini membuat rumah mereka lebih bersih dan sehat, tetapi menjadi bersih tidak selalu berarti menjadi lebih sehat,” ujarnya dikutip dari BBC.


Meskipun dinilai berbahaya, bukan berarti menggunakan pengharum ruangan tidak diperbolehkan, namun hanya penggunaannya saja yang harus diperhatikan dan dibatasi. Parentune pernah mencatat beberapa tindakan yang sekiranya dapat mengurangi efek samping dari penggunaan pewangi ruangan, diantaranya adalah:


Pertama, jauhkan pewangi aerosol dari bayi dan anak-anak untuk menghindari penghirupan langsung. Kemudian saat menyemprot pewangi ruangan, pastikan anak-anak dan bayi sedang berada di luar ruangan tersebut.


Kedua, gunakan pewangi ruangan yang ramah bayi. Kemudian yang terakhir adalah, hentikan penggunaan ketika bayi mengalami batuk-batuk, sesak nafas, atau iritasi kulit dan juga mata. Catatan tambahan lainnya adalah, mengganti pewangi ruangan berbahan kimia dengan pewangi ruangan organik.


(Audy Muhammad Lanta/Mondials Anindhita, Foto: unsplash.com/The Honest Company/Kristin Brown)

You Might Also LIke