Tugas sekolah tidak selamanya memberikan dampak positif.

Durasi baca: 1 menit.


Pemerintah Indonesia saat ini menghimbau secara tegas supaya sekolah tidak lagi memberikan pekerjaan rumah atau tugas sekolah yang di bawa pulang para muridnya. Namun, meski sudah mendapatkan perintah, masih banyak sekolah yang menerapkan sistem tersebut dan mengharuskan siswa-siswinya belajar di rumah. Larangan tersebut sebenarnya berlandaskan asalan kuat.

Menurut Alfie Kohn, selaku penulis dari buku “The Homework Myth: Why Our Kids Get Too Much of a Bad Thing”, mengatakan, “Membawa pekerjaan sekolah ke rumah tidak benar-benar efektif meningkatkan prestasi anak. Jam belajar yang sudah lama mampu menguras energi dan otaknya yang membuat anak lelah berpikir”. Saat anak sudah kehabisan minat untuk belajar dan dipaksa mengerjakan tugas sekolah di rumah, maka daya ingatnya menjadi berantakan dan cenderung menurun karena tidak adanya gairah untuk belajar, menghitung atau menghafal mata pelajaran tersebut. 
  • PAGE
  • 1
  • 2