×

Stay in The know

Motherhood

8 Cara Mengatasi Puting Lecet Karena Menyusui

8 Cara Mengatasi Puting Lecet Karena Menyusui
Anggia Hapsari

Mon, 23 December 2019 at 08.01

Apakah puting Anda mudah lecet selama menyusui? Cegah dengan cara berikut ini.

Durasi baca: 1 menit


Bukan hanya khawatir ASI tidak lancar. Saat proses menyusui tiba, masalah yang sering timbul kemudian adalah puting payudara yang lecet, timbul rasa nyeri, hingga infeksi. Jika sudah begini, proses menyusui pun menjadi terhambat. 


Rasa trauma dan takut menyusui seharusnya tidak boleh menjadi penghalang untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada anak Anda.  Sebenarnya banyak faktor yang dapat menyebabkan puting payudara menjadi lecet dan sakit


Namun, hal ini dapat diatasi dengan mencoba beberapa trik berikut ini. 

(BACA JUGA: Cara Melebatkan Rambut Bayi)



JANGAN HANYA SATU PAYUDARA SAJA

Jika puting Anda mengalami lecet yang sangat menyakitkan sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri untuk tetap memberikan ASI pada si Kecil pada satu payudara saja. 


Gunakan payudara lainnya yang kondisinya lebih memungkinkan untuk menyusui bayi Anda. Istirahatkan sejenak payudara dengan puting yang lecet, paling tidak hingga rasa nyeri atau perih sedikit menghilang. Jika dipaksakan, maka hanya akan membuat kondisi fisik Anda menjadi drop dan jatuh sakit. 


Solusi lainnya, gunakan pompa ASI untuk menampung air susu Anda, lalu berikan pada anak melalui botol atau sipping cup.


BERSIHKAN PUTING SEBELUM DAN SESUDAH MENYUSUI

Kebanyakan perempuan masih sering mengabaikan hal ini. Saat anak selesai menyusui, jangan langsung menutup payudara begitu saja. Bersihkan puting terlebih dahulu sebelum memakai bra kembali. 


Bakteri yang mungkin ada di area mulut anak bisa berpindah ke daerah payudara Anda dengan cepat. Bakteri nantinya justru memperparah kondisi lecet, hingga berujung pada infeksi berlebihan yang lama sembuh. 


Pastikan Anda membersihkan permukaan payudara (area puting) dengan kain kasa yang telah dicelupkan pada air hangat agar virus, jamur, serta bakteri yang terlanjur menempel di area payudara dapat diminimalisir.


GUNAKAN KRIM KHUSUS

Jika kondisi puting yang lecet terlanjur berdarah, bersih area payudara dengan air hangat secara perlahan. Lalu, oleskan krim atau salep khusus yang diperuntukkan untuk mengatasi puting lecet, seperti Kamillosan, Lanolin, Purelan 100, dan Momilen. 


Sebelum kembali menyusui, seka puting dan payudara Anda terlebih dahulu dengan air hangat. 


PILIH BRA YANG TEPAT

Anda sebaiknya menggunakan bra yang terbuat dari bahan katun. Bahan ini sangat direkomendasi untuk kulit sensitif, karena teksturnya lembut atau tidak kasar. 


Jika Anda mengalami lecet yang cukup parah sebaiknya hindari menggunakan bra yang terlalu ketat. Bahkan jika perlu, hindari penggunaan bra selama beberapa hari hingga puting kembali pulih. 


JANGAN MENYENTUH PUTING SECARA LANGSUNG

Saat puting dalam keadaan lecet dan terluka Anda sebaiknya jangan menyentuhnya secara langsung. Pastikan tangan sudah dalam keadaan bersih sebelum Anda menyentuhnya. Kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat mudah berpindah hingga membuat puting infeksi. Jika sudah terinfeksi, luka menjadi lama sembuh dan tak kunjung kering.


HINDARI SABUN BIASA 

Jika kulit di area puting terlihat pecah-pecah, sebaiknya Anda menghindari membersihkannya menggunakan sabun mandi untuk sementara waktu. Kandungan pH dalam sabun mandi berpotensi membuat daerah aerola dan puting menjadi kering, hingga menimbulkan lecet. 


Lebih baik Anda menggunakan baby oil untuk membersihkan area tersebut agar tetap lembap. Bersihkan kembali dengan air hangat.


OLESKAN ASI SETELAH MENYUSUI

Ternyata, ASI tidak hanya bermanfaat bagi bayi saja. ASI juga dapat Anda  manfaatkan untuk mencegah terjadinya puting yang lecet. Setelah selesai menyusui, Anda dapat memeras sedikit ASI, lalu mengoleskannya di sekitar puting. 


Diamkan sebentar, lalu bersihkan dengan cara seperti yang poin di atas sarankan. ASI dapat membuat permukaan kulit puting tetap lembap dan juga mencegah lecet.


LEPASKAN MULUT BAYI SECARA PERLAHAN


Reaksi bayi terkadang di luar dugaan. Menginjak usia 3 bulan ke atas, bayi akan merasakan gusi yang mulai gatal karena adanya proses pertumbuhan gigi. Alhasil saat menyusui payudara Anda menjadi ‘korban’ gigitannya. 


Jika bayi mulai menggigit puting Anda, jangan lekas menarik atau melepaskannya, karena bisa menimbulkan rasa nyeri yang dahsyat dan juga luka. Cobalah memasukkan jari kelingking Anda yang bersih ke sudut mulut bayi atau menarik dagunya secara perlahan agar mulutnya terbuka.


(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com/Oleg Sergeichik/ Luma Pimentel, Instagram)


You Might Also LIke