Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa stres karena perubahan besar akibat mewabahnya COVID-19.

Durasi baca: 50 detik.


Sama persis dengan orang dewasa, anak-anak ternyata juga bisa mengalami tekanan hingga stres karena adanya wabah virus corona atau COVID-19. Perubahan besar yang terjadi di kehidupannya saat ini, seperti harus belajar di rumah, tidak bisa bermain dengan teman-temannya, bahkan ke luar rumah sekalipun, tentu bisa memengaruhi kesehatan mentalnya.

(BACA JUGA: Tips Menjaga Kesehatan Mental Anak di Tengah Pandemi COVID-19)


Namun bedanya, anak-anak tidak begitu terllau paham ketika ia sedang mengalami stres. Bahkan, orangtua sendiri pun kadangkala tidak paham bahwa anaknya sedang mengalami stres. 


TANDA ANAK STRES

Perlu diketahui Moms, perwujudan stres pada anak umumnya tampil dalam bentuk dalam perubahan perilaku. Roslina Verauli selaku Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Keluarga mengungkapkan, coba Anda berusaha jeli mengamati ada 7 perubahan  perilaku yang dialami si Kecil yang bisa menjadi pertanda bahwa mereka sedang mengalami stres atau tekanan. 


  1. Mood mudah berubah atau mudah marah

  2. Reaksi anak tentang perasaan takut menjadi berlebihan atau mudah menangis

  3. Lebih sering clingy atau menempel pada Anda

  4. Mengikuti ke mana pun Anda pergi

  5. Perubahan waktu tidur si Kecil, mudah terbangun atau tidur berlebihan

  6. Susah makan atau makan malah jadi berlebihan

  7. Antusiasme terhadap kegiatan tertentu berubah



(Foto: Freepik.com)


ATASI DENGAN CARA INI

Tentu saja Anda menginginkan si Kecil agar tetap sehat secara fisik dan psikis selama pandemi ini kan, Moms? Oleh karena itu, apabila Anda melihat 7 tanda anak stres di atas, sebaiknya segera lakukan beberapa tips berikut ini.


  • Pastikan kebutuhan tidur si Kecil terpenuhi. Semakin kecil usianya semakin panjang kebutuhan tidurnya.Untuk usia 4-6 kebutuhan tidur bisa sampai 12 jam setiap harinya. Tentu saja di jam yang regular, usahakan di jam yang sama untuk tidur dan bangun.

  • Bantu penuhi kebutuhan makan si Kecil yang bergizi. Ini penting, agar ia dapat terus sehat, dan ketika sehat si Kecil akan lebih mudah merasa punya emosi yang positif. Karena kesehatan fisik berkolerasi dengan emosi yang lebih baik.

  • Penuhi jadwalnya untuk bermain. Ingat, kegiatan bermain pada si Kecil butuh variasi. Usia 2-6 tahun mereka butuh kegiatan bermain setidaknya 5 jam sehari, aktif dan pasif. Dan kegiatan bermain harus yang fun, dipilih sendiri oleh si Kecil, dan mereka menikmatinya.

  • Dekati si Kecil, dari hati ke hati, pahami apa yang ia rasakan dan butuhkan. Jangan-jangan ia sedang kangen dengan teman mainnya, kangen dengan situasi sekolah, situasi tempat les, bertemu dengan guru-gurunya. Bantu si Kecil memahami apa yang ia rasakan.

  • Bantu si Kecil tetap terkoneksi dengan orang-orang biasa yang sering ia temui setiap hari. Baik melalui media-media video call seperti, Zoom, Google Meet, atau dalam bentuk Whatsapp group.
  • Punya kegiatan rutin, sama seperti sebelum adanya pandemi, sebelum anak terbatas kegiatannya hanya di rumah saja. 


  • Bangun relasi dan komunikasi yang lebih positif dengan si Kecil.


Untuk informasi seputar anak stres selama pandemi COVID-19, Anda bisa melihat penjelasan lengkap dari Roslina Verauli melalui video di bawah ini, ya!




(Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/prostooleh)