Kulit bayi memang sensitif, itulah sebabnya Anda perlu mengetahui beberapa masalah kulit yang membuat si Kecil tidak nyaman. 

Durasi baca: 1 menit


Suhu udara yang tidak stabil serta peningkatan polusi secara signifikan tidak hanya mengancam kesehatan Anda, tetapi juga kesehatan kulit. Ya, sensitivitas kulit sebagai indra peraba setiap orang memiliki perbedaan dan kepekaannya masing-masing, terlebih bagi bayi yang baru saja lahir. 


Menurut dr. Jerome Valleteau de Moulliac, selaku dokter anak asal Prancis, selama usia 0 – 12 bulan hormon di dalam tubuh bayi cenderung berubah-ubah dan belum stabil. Hal ini menyebabkan risiko si Kecil terkena iritasi kulit cenderung lebih besar. 

(BACA JUGA: Penyebab Bayi Muntah)



Agar ibu baru tidak kaget, simak beberapa masalah kulit yang kerap terjadi pada bayi berikut dan perhatikan cara benar mengatasinya. 


KULIT KEMERAHAN DAN GATAL 

Kulit sensitif membuat bayi Anda sangat peka terhadap suatu hal, termasuk bahan pakaian yang mereka kenakan. Jika Ada menemukan ruam merah pada bagian perut, tangan, dan kaki, coba untuk memerhatikan sabun cuci atau pelembut pakaian yang Anda gunakan.


Bisa jadi, si Kecil tidak cocok pada kandungan produk rumah tangga tersebut. Sebaiknya, pilih sabun pencuci pakaian dan pelembut berformula khusus untuk si Kecil. Hindari penggunaan pelicin pakaian saat menyetrika berbagai pakaian yang dikenakan oleh si Kecil. 


Perhatikan juga bahan pakaian yang  Anda gunakan untuk si Kecil. Pilih pakaian bertekstur lembut dan terbuat dari katun yang mudah menyerap keringat. 


IRITASI POPOK


Hal ini bisa jadi karena beberapa hal. Seperti si Kecil terlambat diganti popoknya saat ia BAK atau BAB, bayi terlalu sering menggunakan popok sekali pakai, hingga Anda kurang bersih membersihkan kotoran yang melekat pada belahan bokong dan pangkal paha. 

(BACA JUGA: Wajarkah Bayi Sering Rewel atau Menangis?)


Cobalah untuk rutin menggantikan popok, yakni setiap 1 jam sekali atau membiarkan mereka menggunakan celana biasa selama berada di rumah. Pastikan popok sekali pakai hanya Anda kenakan pada anak saat sedang bepergian saja. Tujuannya agar sirkulasi udara tetap berjalan secara maksimal.


RUAM PADA MULUT

Perhatikan tingkat kebersihan anak. Usai menyusui, pastikan tidak ada liur dan air susu yang tertinggal di sekitar wajahnya. Jangan sampai enzim saliva yang diproduksi oleh kelenjar ludah menjadi meningkat dan menyebabkan kulit wajahnya—terutama sekitar mulut—menjadi kering dan meninggalkan rona merah.


Bersihkan dengan kapas yang telah dicelupkan pada air suam suam kuku. Pastikan Anda menggunakan air matang, ya Bu!


BIANG KERINGAT

Udara yang panas dan produksi kelenjar keringat berlebihan membuat anak sangat rentan terkena biang keringat. Biasanya bintik merah ini timbul di bagian leher, lipatan tangan dan paha. Anda bisa mengobati dengan memberikan bedak ataupun salep khusus  pada area ini. 


Aplikasikan secara tipis, untuk mengurangi rasa perih dan tak nyaman akibat biang keringat tersebut. Untuk sementara, ganti baju si Kecil setiap 3 jam sekali, terutama saat ia berkeringat. Pastikan busana yang Anda kenakan pada si Kecil terbuat dari katun dan biarkan area tubuh si Kecil yang terkena biang keringat tidak tertutup pakaian. 


Cara ini sangat membantu meredam masalah biang keringat dan mempercepat hilangnya masalah biang keringat.


KERAK KULIT PADA KEPALA

Masalah ini timbul karena kulit kepala anak  terlalu banyak memproduksi kelenjar minyak. Hal ini menyebabkan penumpukkan lemak dan jamur. 



Selain itu, masalah kulit kepala berkerak yang terjadi pada bayi dapat diakibatkan karena hormon dan kulit ari anak masih sangat lemah selama masa tumbuh kembang sampai usia 12 bulan. Keadaan tersebut tentu membuat kelenjar dalam tubuh  belum berfungsi dengan baik. 


Jangan khawatir, Bu! Keadaan ini akan kembali normal dan berangsur membaik seiring waktu. Saat masalah ini terjadi, gunakan minyak kelapa yang diaplikasikan pada area yang bermasalah. Usap ringan area ini hingga kulit kering terangkat. Lalu seka dengan handuk lembap yang hangat. Lakukan beberapa kali hingga masalah ini hilang. 

(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com/ The Honest Company/ Kelly Sikkema)