×

Stay in The know

Motherhood

5 Kesalahan Pemberian Obat pada Anak. Orangtua Harus Tahu!

5 Kesalahan Pemberian Obat pada Anak. Orangtua Harus Tahu!
Anggia Hapsari

Tue, 18 February 2020 at 09.02

Sudah tahukah Anda tentang kesalahan dalam memberikan obat pada anak berikut ini? 

Durasi baca: 45 detik 


Memberikan obat pada anak bukanlah suatu hal yang sepele. Daya tahan tubuh anak belum berkembang seperti layaknya orang dewasa. Jika salah, pemberian obat pada anak dapat berbalik menjadi racun dan mengakibatkan masalah baru.  


Anda perlu menaati peraturan saat memberikan obat. Hindari beberapa hal di bawah ini saat memberikan obat pada anak: 

(BACA JUGA: Cara Efektif Mengatasi Demam pada Anak)


TIDAK MEMBACA LABEL OBAT 

Banyak orangtua yang tidak teliti membaca label obat. Tidak semua obat harus diberikan dengan cara yang sama misalnya setelah makan.  


Ada beberapa obat yang dianjurkan untuk diminum sebelum makan atau sebelum tidur, dan lain sebagainya.  Selain itu, waktu pemberian obat juga harus diperhatikan.


Jangan berikan beberapa obat secara langsung pada anak dalam waktu berdekatan tapi baca terlebih dahulu labelnya. Misalnya 3x sehari, berarti obat diminum dalam jeda waktu 8 jam sekali.  


PEMBERIAN OBAT BERLEBIHAN

Saat anak-anak terserang flu dan batuk, bisa jadi Anda tentu tidak tega melihatnya terus menerus tersiksa akibat hidungnya tersumbat yang membuatnya sulit tidur. Bisa jadi Anda akan membeli obat pilek di toko obat.  


Menurut dr Marissa T Pudjiadi, SpA, obat pilek di pasaran yang sebenarnya memiliki kandungan yang sama, yaitu acetaminophen (paracetamol). Kandungan obat tersebut berguna sebagai penenang, penghilang rasa sakit, dan demam. 



Kandungan ini ditemukan juga pada obat tylenol. Jika Anda memberikan tylenol untuk mengobati si Kecil atau diri Anda sendiri, berarti orang itu akan minum dua dosis acetaminophen. 


Hentikan pemberian obat acetaminophen, ketika demam sudah mereda. Hal ini memberi kesempatan tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya melawan infeksi. Bantu redakan demam si Kecil dengan kompresan air hangat suam-suam kuku di daerah ketiaknya dan kenakan busana berbahan tipis jika tidak terjadi demam menggigil. 


PEMBERIAN ANTIBIOTIK 

Bisa jadi Anda berpikir bahwa antibiotik bisa membantu sistem kekebalan tubuh anak agar semakin kuat dan membunuh bakteri penyebab infeksi. Tahukah Anda bahwa tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri? Penggunaan obat antibiotik pada kondisi ini justru tidak tepat.


Jangan sembarangan menggunakan obat antibiotik. Lagipula, jika digunakan dalam jangka panjang antibiotik bisa membuat bakteri menjadi lebih kebal terhadap suatu obat. 


Lakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter anak apakah penyakit si Kecil memerlukan antibiotik atau tidak. Sebagian besar antibiotik tidak digunakan ketika keadaan anak sudah semakin membaik.


SALAH DOSIS

Anda perlu mengikuti dosis takaran obat yang direkomendasikan oleh dokter, apoteker, atau petunjuk pada kemasan. 


Meski demikian, cara paling tepat memberikan obat pada anak adalah sesuaikan dosis obat dengan berat badan anak. Bukan berdasarkan usianya. Itulah sebabnya Anda perlu berkonsultasi lebih dahulu. 

(BACA JUGA: Cara Menurunkan Demam pada Anak)


Pemberian dosis obat jenis cair biasanya hadir dalam satuan mililiter (mL) atau dalam bentuk sendok teh atau sendok makan. Agar aman, berikan dosis obat cair anak dalam ukuran mililiter (mL). 


Berbagai alat tetes, cangkir obat, atau sendok obat dalam kotak obat jenis cair tidak diberikan tanpa tujuan. Gunakan alat tetes, cangkir obat, atau sendok obat yang telah dilengkapi garis milimeter sebagai panduan batas Anda memberikan obat untuk si Kecil. 


MEMBERIKAN OBAT TRADISIONAL TANPA MEMBERITAHU DOKTER 

Kesalahan yang umum adalah memberikan obat tradisional atau jamu tanpa sepengetahuan dokter yang menangani anak Anda. Hal ini bisa berbahaya karena mungkin saja terjadi kontraindikasi antara obat tradisional dan obat medis. 


Penggunaan obat medis dan obat tradisional dalam waktu bersamaan dapat memicu terjadinya alergi obat pada anak karena bahan-bahan yang digunakan bertentangan satu sama lain.  Memberikan obat bukanlah hal yang sepele. 


Orangtua harus benar-benar memahami bagaimana cara yang benar memberikan obat pada anak sesuai dengan anjuran dari dokter. Sehingga anak akan cepat sembuh dan tidak ada efek samping yang muncul.  

(Anggia Hapsari, foto: Babycenter.com, instagram/ Bodrexin)



You Might Also LIke