Pola asuh yang tepat dapat membantu Anda menentukan cara menghadapi anak tantrum. 

Durasi baca: 1 menit


Cara menghadapi anak tantrum memang tidak mudah dilakukan dalam praktiknya. Tantrum merupakan hal yang wajar terjadi pada anak antara usia 15 bulan sampai 4 tahun. Biasanya hal ini terjadi karena anak merasa kesal atau tidak mendapatkan apa yang diinginkan, kemudian melampiaskannya dengan cara tantrum. 


Sebut saja mulai dari menangis, menjerit, berteriak, hingga melempar suatu barang. Inilah saatnya Anda mulai ‘berperang’ dengan keinginan si Kecil. 

(BACA JUGA: Wajarkah Bayi Sering Rewel atau Menangis)


Meskipun dibilang wajar, namun tantrum juga bisa sangat menggangu terlebih saat Anda berada di tempat umum.  Anda pun sebaiknya tidak menggunakan pola pengasuhan yang keras saat menghadapi anak tantrum. 




Cara ini justru akan membuat mereka kian memberontak dan menolak semua perintah yang Anda utarakan. Alhasil, sifat buruknya akan berujung pada perilaku agresif hingga lambat laun sulit dikontrol lagi.


Berikut adalah beberapa cara menghadapi anak tantrum yang dapat Anda lakukan: 


SIAP MENEGUR

Menegur dan menasihati anak tantrum tidak bisa menggunakan emosi menggebu. Sebelum menghampirinya, ada baiknya Anda siapkan diri terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda sudah bisa mengontrol emosi dengan baik. 

(BACA JUGA: Benarkah Sifat Introvert Bisa Menurun Kepada Anak?)


Mulailah berpikir jernih dan bersikap tenang saat mulai menegurnya. Ingat, Anda adalah orang yang lebih dewasa di situasi ini. 


JANGAN GUNAKAN NADA TINGGI

Cara menghadapi anak tantrum selanjutnya adalah dengan menjaga intonasi suara Anda. Anak tantrum umumnya sulit untuk mendengarkan. Ketika keinginan mereka tidak terpenuhi, maka segala cara akan ia lakukan termasuk menyakiti dirinya sendiri. 


Jika sudah seperti ini, Anda tidak boleh menegurnya dengan nada keras. Ada dua pilihan yang bisa Anda lakukan. Pilihan pertama, coba nasihati mereka dengan cara perlahan, yakni mendekatinya untuk berbicara dari hati ke hati menggunakan nada bicara yang tenang. Singkirkan semua emosi Anda sebelum berbicara kepadanya. 


Pilihan kedua, ambil jarak dan diamkan selama beberapa saat hingga ia sadar dan mulai diam. Setelah itu, ingatkan si Kecil bahwa apa yang ia lakukan tidak baik dan bisa mempermalukan dirinya sendiri.


TIDAK PERLU MEMENUHI KEINGINAN ANAK SEPENUHNYA

Cara menghadapi anak tantrum selanjutnya adalah Anda perlu bersikap tegas. Ada kalanya keinginan anak tidak semuanya harus terpenuhi. Hal ini seharusnya Anda terapkan sejak anak masih berusia 1 tahun. Dengan demikian, mereka sudah terbiasa dengan pola pengasuhan tersebut. 


Jika anak mulai merengek cobalah berikan alasan paling tepat mengapa mereka tidak boleh melakukan atau mendapatkannya.


ALIHKAN PERHATIAN SI KECIL



Jika anak sudah menunjukkan gejala sikap negatif, seperti mulai menangis dan marah, cobalah segera pikirkan jalan keluar dengan cepat. Cara menghadapi anak tantrum yang tak kalah penting adalah Anda perlu mengalihkan perhatiannya kepada satu hal yang dirasa lebih menarik. 


Contohnya, Anda dapat memutarkan film favoritnya, mengajaknya jalan-jalan di luar rumah, atau apapun yang ia sukai. 


JANGAN GUNAKAN KEKERASAN

Anak tantrum tidak hanya berteriak dan menangis saja, tetapi juga sering menggunakan kekerasan fisik untuk memukuli orangtuanya. Kondisi ini tentu membuat emosi kian melambung.


Namun, jangan sampai Anda menggunakan tangan atau kekuatan tubuh untuk melukainya, dengan cara mencubit, memukul, hingga mengikatnya sebagai hukumannya. 


Beri mereka tempat untuk berdiam—misalnya menghadap tembok—sebagai konsekuensi telah menggunakan kekerasan terhadap orang lain. 

(Agnes Priscilla, foto: unsplash.com/ Arwan Sutanto/ Luz Fuertez)