Tak hanya saat bermain dan belajar, ada aturan menonton televisi bersama si Kecil yang harus Anda ketahui. 

Durasi baca: 50 detik

 

Mendampingi anak saat beraktivitas merupakan tanggung jawab Anda sebagai orangtua, tidak terkecuali ketika mereka merengek untuk menonton televisi. Memang tidak ada salahnya, namun ada aturan menonton televisi yang harus Anda terapkan agar tumbuh kembang mental dan fisik anak tetap berjalan sesuai usianya.  


Sebagai orangtua yang bertanggung jawab, Anda harus memberikan solusi yang bijak. Tujuannya agar anak dapat tetap menikmati tayangan televisi yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik.

(BACA JUGA: 4 Tips Aman Bermain Mandi Bola)


Berdasarkan jurnal penelitian “A Guide To Managing Television”  oleh Kyla Boyse yang dilansir melalui Med.umich.edu.com, berikut GLITZMEDIA.CO merangkum panduan cara bijak aturan menonton televisi bersama anak.  


RENCANAKAN WAKTU MENONTON TELEVISI 

Aturan menonton televisi yang pertama adalah merencanakan waktu sebelum menyuguhkan anak tayangan televisi. Hal ini membantu menghindarkan mereka dari kecanduan menonton televisi.


Buat jadwal teratur mengenai berapa lama durasi maksimal menonton televisi yang sesuai dengan kebutuhan anak, misalnya 1 - 3 jam. 




Perhatikan pula waktu yang tepat untuk menonton televisi misalnya setelah anak selesai belajar. Ini bisa menjadi aturan menonton televisi yang tidak kalah penting. Biasakan untuk tidak menyalakan televisi ketika jam makan dan malam hari saat anak mengerjakan PR.


Peneliti menyarankan untuk memberikan sedikit kelonggaran waktu menonton televisi ketika hari libur tetapi lebih disiplin ketika hari sekolah. 


JAUHKAN TELEVISI SECARA ALAMI 

Siasat untuk menjauhkan anak dari tayangan televisi yang dapat membuat kecanduan adalah dengan membangun budaya keluarga yang sehat. Momen berbincang-bincang dengan anak sebagai agenda rutin dapat diterapkan untuk menghindarkan televisi sekaligus mempererat hubungan keluarga. 

(BACA JUGA: 3 Cara Efektif Membangkitkan Minat Belajar Anak)


Anda juga dapat mempertimbangan rencana piknik untuk membawa anak melihat dunia luar pada kesempatan di akhir pekan. Selain itu, jangan pernah gunakan televisi sebagai hadiah atas prestasi yang anak capai karena hanya akan merusak pola pikirnya. 


Anda juga sebaiknya tidak meletakkan televisi di kamar anak hingga mereka memahami tentang literasi media. Tetapkan aturan menonton televisi hanya di ruang keluarga sehingga Anda bisa berkumpul bersama keluarga sekaligus mendampingi si Kecil.


TUNTUN ANAK SAAT MENONTON 

Sebagai orang dewasa yang memahami cara kerja media dan tayangan televisi, Anda merupakan tuntunan bagi anak. Anda perlu meluangkan waktu dan perhatian terhadap acara yang potensial dan memang disarankan untuk anak. 



(Foto: Farmweek.com)


Tayangan bebas dari unsur kekerasan fisik atau mental serta bersifat edukatif harus ada di aturan menonton televisi yang Anda sepakati bersama keluarga. Pekembangan teknologi televisi yang makin canggih memungkinkan Anda mengatur jadwal siaran favorit dan memotong tayangan yang tidak perlu. 


DISKUSIKAN TAYANGAN BERSAMA ANAK 

Bagian terpenting dari aturan menonton televisi bersama anak yang seringkali terabaikan adalah mendiskusikan tayangan yang baru saja ditonton. 


Ya, cobalah untuk menyelipkan kegiatan diskusi setelah menonton televisi dalam aturan menonton televisi bersama anak. Anda dapat bertanya mengenai tanggapan anak terhadap tayangan tersebut, hal apa saja yang dianggapnya menarik dan apa yang dapat dipelajari. Mungkin saja ada beberapa persepsi anak yang harus Anda luruskan atau bahkan Anda dapat menemukan sudut pandang lain seputar tayangan film dari mereka yang mengejutkan. 

(Agnes Priscilla, foto: Kartika, foto: Unsplash.com/ Kelly Sikkema, simplemost.com)