Agar lebih aktif dan sehat, Anda perlu memerhatikan jajanan serta pengaruh makanan manis pada anak.

Durasi baca: 1 menit 


Permen, cake manis, dan cokelat memang selalu menjadi jajanan favorit anak-anak. Hati-hati, jangan terlalu berlebihan memanjakan si Kecil dengan makanan favoritnya. Faktanya gula dan jajanan mengandung gula tidak hanya buruk untuk orang dewasa, namun memiliki dampak negatif bagi anak-anak. 


Simak beberapa bahaya yang mengintai bila anak terlalu banyak mengkonsumsi gula seperti berikut ini:  

(BACA JUGA: Makanan Sehat untuk Anak)


MEMICU DEPRESI 

Apapun yang dilakukan secara terus menerus sejak kecil akan terbawa hingga seseorang dewasa. Termasuk juga kebiasaan makan makanan manis.  


Berdasarkan penelitian, anak yang sering makan makanan tinggi gula atau indeks glikemik yang tinggi rentan mengalami depresi.  Hal ini dibuktikan dari penelitian yang diterbitkan pada jurnal Scientific Report. 


Dalam studi tersebut disebutkan jika seseorang makan terlalu banyak gula atau menggunakan gula secara berlebihan dalam makanannya, cenderung mengalami depresi dan sindrom kecemasan. 


Studi yang melibatkan lebih dari 10 ribu peserta berusia 35-55 tahun ini mencatat konsumsi gula peserta penelitian dalam satu hari. Pada kelompok orang yang mengonsumsi rata-rata 5-6 sendok makan gula per hari selama lebih dari 5 tahun, orang tersebut cenderung mengalami depresi, gangguan kecemasan, serta emosi yang mudah berubah, daripada kelompok yang mengonsumsi gula dengan jumlah yang sedikit. 


Penelitian ini tentu membuat Anda berpikir dua kali untuk membiasakan si Kecil terbiasa makan makanan manis ‘kan?


MENINGKATKAN RESIKO DIABETES 

Sama halnya dengan orang dewasa, terlalu banyak mengonsumsi gula juga akan membuat anak terkena diabetes, terutama diabetes tipe 2. 


Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis yang mengganggu metabolisme glukosa (gula) dalam tubuh seseorang.  Penyebab utama diabetes tipe 2 pada anak-anak adalah kelebihan berat badan atau obesitas. 


Hubungan antara obesitas dan diabetes tipe 2 bahkan lebih kuat pada kaum muda daripada pada orang dewasa. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), peningkatan angka kejadian diabetes tipe 2 pada anak terjadi seiring dengan meningkatnya kasus obesitas dan kurangnya aktivitas fisik pada anak. 

(BACA JUGA: Cara Mengatasi Kebiasaan Buruk Anak yang Suka Mengemut Makanan)


Selain membatasi anak mengkonsumsi makanan manis, sebaiknya Anda juga membiasakan mereka dengan pola makan yang sehat. 


OBESITAS PADA ANAK

Makanan yang tinggi gula juga meningkatkan resiko obesitas pada anak. Hal ini karena makanan yang manis mengandung banyak kalori dan akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak. 


Selain itu, makanan manis juga bisa menyebabkan anak mudah merasa lapar karena gula menghambat kinerja hormon yang memberikan sinyal kenyang pada tubuh.  Selain bahaya di atas, makanan yang manis juga menyebabkan kerusakan pada gigi anak. 


Hal ini diperparah bila anak malas menyikat gigi.  Itulah sebanya tidak ada salahnya mulai sekarang Anda membatasi konsumsi makanan manis untuk Anda dan juga diri sendiri. Meskipun rasanya lezat, namun kandungan gula yang tinggi menyebabkan banyak penyakit dalam tubuh.  

(Anggia Hapsari, foto: unsplash.com/ Jennifer Burk/ Sophie Elvis )