Kebutuhan dokumen hingga saksi, inilah syarat gugat cerai yang perlu kamu tahu.


Tidak seperti pernikahan yang mungkin diinginkan oleh semua orang, perceraian adalah hal yang paling ingin dihindari oleh semua pasangan yang sudah menikah. Ketika mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan, salah satu janji yang diucapkan adalah untuk hidup bersama hingga maut memisahkan.


Namun terkadang, perjalanan biduk rumah tangga seseorang tidak sejalan dengan keinginan mereka saat mengucap janji pernikahan. Terkadang, banyak masalah rumah tangga yang krusial sehingga membuat perjalanan rumah tangga tersebut berakhir. Seperti kekerasan, perselingkuhan, finansial, dan masalah-masalah lainnya.


Jika kedua atau salah satu pasangan sudah merasa tidak kuat, perceraian menjadi salah satu jalan untuk menghadapi kehidupan yang mungkin lebih baik. Meskipun tabu, tetapi perceraian memang ada di dalam peraturan negara. 


Berikut ini ada beberapa syarat gugat cerai yang bisa kamu ketahui. Mulai dari dokumen yang harus dipersiapkan, cara mengajukan ke pengadilan, hingga mengetahui tata cara persidangan. Namun, syarat gugat cerai tidaklah mudah jika bukti yang kamu miliki terbilang tidak sah dan dianggap penting untuk seseorang mengajukan gugatan cerai.

(BACA JUGA: Proses Bercerai Secara Verstek, Ini Penjelasannya)

 

CARA MENGAJUKAN GUGATAN CERAI

Menyiapkan Dokumen yang Dibutuhkan


Syarat gugat cerai yang pertama adalah kamu harus menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Seperti surat nikah asli, fotokopi surat nikah, fotokopi KTP penggugat, surat keterangan dari Kelurahan, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi akta kelahiran anak (jika punya anak), dan materai.


Jika kamu sebagai penggugat ingin mengajukan gugatan untuk harta gono-gini atau harta milik bersama, maka juga harus menyiapkan berkas-berkas tambahan. Seperti sertifikat tanah, surat-surat kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB dan STNK), serta surat-surat harta lainnya.




Mendaftarkan Gugatan ke Pengadilan

Syarat gugat cerai yang kedua adalah mendaftarkan gugatan ke pengadilan. Setelah semua dokumen yang diperlukan lengkap, kamu bisa langsung pergi ke Pengadilan Agama (untuk yang beragama Islam) dan Pengadilan Negeri (untuk yang beragama non Islam).


Pengajuan gugatan harus berdasarkan wilayah tempat kamu atau pasangan tinggal.  Misalnya kamu adalah penggugat dan pasangan tinggal di wilayah Jakarta Selatan. Maka kamu bisa mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


Membuat Surat Gugatan

Syarat gugat cerai yang ketiga adalah membuat surat gugatan. Untuk membuat surat gugatan, kamu bisa pergi ke Pusat Bantuan Hukum di pengadilan. Di dalam surat gugatan cerai, kamu harus menuliskan alasan mengapa ingin menggugat cerai.


Poin ini menjadi yang terpenting. Karena alasan kamu menggugat cerai harus bisa diterima di pengadilan. Seperti penganiayaan, penelantaran, kekerasan, hingga pertengkaran yang tidak ada habisnya. Jika alasan kamu tidak kuat, maka proses perceraian yang ingin kamu lakukan akan berjalan sulit.