Simak penjelasannya hanya di artikel ini.

Durasi baca: 50 detik.


Pernahkah sekali saja dalam hidup Anda penasaran soal apa sih yang ada di pikiran suami atau istri Anda soal seks? Karena nyatanya, ada perbedaan persepsi tentang seks dalam kepala laki-laki dan perempuan.


Beberapa tahun lalu dua neuroscientist bernama dokter Ogas dan dokter Sai Gaddam, pernah mengungkapkan topik ini dalam sebuah berjudul ‘A Billion Wicked Thoughts’. Kira-kira begini penjelasan Ogas dan Gaddam soal perbedaan isi kepala laki-laki dan perempuan tentang seks.


Ogas dan Gaddam melakukan banyak penelitian mendalam untuk menerbitkan buku ini. Termasuk mengulik sejarah tentang perempuan, laki-laki, dan seks. Hasilnya, Ogas dan Gaddam mengatakan laki-laki konon memiliki pemahaman yang sangat sederhana soal seks.


Otak mereka bisa dengan mudah terstimulasi jika mendapat isyarat seks secara visual. Misalnya melihat belahan payudara perempuan. Intinya kalau ada objek yang sesuai dengan preferensi seksual mereka, otak laki-laki bisa terstimulasi dengan mudah.


Makanya kalau ada istilah yang bilang laki-laki bisa melakukan hubungan seks tanpa cinta, itu adalah benar. Sedangkan otak perempuan cenderung lebih sulit menafsirkan seksual. Karena mayoritas perempuan tidak menggunakan otaknya ketika bicara seks.

(BACA JUGA: Sebelum Berhubungan Seks, Sebaiknya Mandi Dulu atau Tidak?) 



(Foto: unsplash.com/toa heftiba)


Melainkan perasaannya. Ketika perasaannya terusik, baru otaknya bekerja. Jika seorang perempuan percaya pada pasangannya, apapun akan ia berikan. Termasuk hubungan seksual.


“Ibarat saklar, seks dalam otak laki-laki itu bisa dengan mudahnya dinyalakan dan dimatikan. Sedangkan perempuan jauh lebih rumit. Seperti tombol-tombol yang ada di cockpit pesawat,” ujar Gaddam.


Mudahnya, perbedaan seks dalam otak laki-laki dan perempuan adalah seperti ini: jika melihat sebuah rumah, laki-laki berpikir rumah itu bagus atau tidak dari fondasinya.


Sedangkan perempuan lebih pada warna cat temboknya, model lantainya, hingga memikirkan perintilan seperti model sofa, kasur, lemari, dan lain sebagainya.


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/hannah olinger)