Kekuatan cinta diuji ketika pasangan kehilangan pekerjaannya.

Durasi baca: 1 menit 10 detik.


Kehilangan pekerjaan tentu menjadi pengalaman pahit, terutama bagi suami yang menjadi tulang punggung keluarga. Tidak hanya berpotensi terhadap terganggunya stabilitas keuangan keluarga tetapi juga ada tendesi bagi pasangan untuk memilih bercerai karena pemasalahan ini. Meski mustahil untuk tetap bersemangat pasa saat-saat kritis, sebagai pasangan yang telah berjanji setia sebaiknya Anda tetap memberi dukungan terhadap suami yang kehilangan pekerjaan. Simak beberapa kiat yang dapat dilakukan ketika suami kehilangan pekerjaan menurut Redbookmag.com yang telah GLITZMEDIA.CO rangkum. 


HATI-HATI DALAM BEREAKSI



(Foto: Redbookmag.com)


Ketika pasangan mengungkapkan kenyataan pahit bahwa dirinya telah kehilangan pekerjaan sebaiknya  Anda tidak bereaksi panik secara berlebihan. Anda mungkin dapat dengan mudah menangis atau mencaci-maki pasangan. Pada sisi lain, suami telah menyatakan kejujuran dengan kesiapan mental yang dibangunnya hanya demi berbicara pada Anda. Hargai dan berhati-hati ketika bereaksi agar pasangan merasa didukung menurut Rachel Sussman, terapis dari New York. Jangan biarkan pasangan larut dalam permasalahan yang membuatnya rendah diri. 


HINDARI MENJADI SUPERIOR

Anda yang memiliki pekerjaan dan pergi ke kantor setiap hari sepertinya tidak memiliki masalah keuangan berarti untuk beberapa saat setelah suami kehilangan pekerjaannya. Namun demikian, ini berubah menjadi ancaman ketika Anda memberi tahu pasangan mengenai seberapa banyak beban pekerjaan dan kesibukan yang harus Anda tanggung. Anda akan terkesan menjadi istri yang superior dan mengerdilkan peran suami. Sussman menyarankan sebaiknya hindari untuk menyalahkan dan menuntut terlalu banyak di saat seperti ini sehingga tidak menimbulkan pertengkaran. Sebaiknya gunakan momen ini untuk meninjau kemungkinan pembagian kerja di rumah dan di kantor.