Simak jawabannya dalam artikel berikut ini.


Pernahkah Anda merasa jatuh hati pada lawan jenis saat baru bertemu untuk pertama kalinya? Fenomena perasaan ini biasa disebut dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di beberapa film juga konsep ini sering dipakai untuk menggambarkan jalan cerita antara dua tokoh utamanya.


Namun dalam sebuah studi diungkapkan kalau ternyata, jatuh cinta pada pandangan pertama itu tidak ada. Perasaan yang muncul dan dirasakan oleh seseorang saat jatuh hati pada lawan jenis saat baru pertama kali bertemu ini sebetulnya adalah rasa nafsu yang tidak disadari.


Hal ini diungkapkan dalam Journal of the International Associations for Relationship Research. Para peneliti menggunakan tiga cara penelitian, termasuk studi laboratorium dan memantau beberapa kencan secara diam-diam. 


Para peneliti menggunakan 400 orang di Jerman dan Belanda sebagai respondennya. Namun sebelumnya para peneliti ini sudah lebih dulu melakukan wawancara pada tiap responden.


Pertanyaan wawancara seputar apakah mereka pernah merasakan cinta pada pandangan pertama atau tidak. Para responden juga mengungkapkan faktor-faktor apa saja yang membuat mereka tertarik dengan seseorang saat pertama kali melihatnya.


Mereka juga diminta untuk menggambarkan konsep keintiman, ketertarikan fisik, komitmen, serta gairah. Hasilnya, 32% dari subjek mengalami cinta pada pandangan pertama karena orang tersebut menarik secara fisik. Bukan karena adanya hubungan antara perasaan dengan komitmen atau keintiman.

(BACA JUGA: Penelitian Ini Menunjukkan Ternyata Pria Lebih Cepat Jatuh Cinta Dibandingkan dengan Wanita)


“Cinta pada pandangan pertama yang ditemukan pada responden tidak diiringi oleh gairah tinggi, keintiman dan komitmen. Semua hanya didorong oleh daya tarik fisik,” tulis penelitian tersebut.


Para peneliti dari University of Groningen Belanda juga mengatakan bahwa teori cinta pada pandangan pertama merujuk pada daya tarik yang kuat di awal pertemuan.


Seorang psikolog hubungan, Caitlin Bergstein mengungkapkan sebuah pernyataan yang menguatkan penelitian tersebut. Ia mengatakan, cinta pada pandangan pertama hanyalah dorongan reaksi biologis dari nafsu yang muncul karena adanya ketertarikan fisik antara seseorang dengan lawan jenis.


“Benar, cinta pada pandangan pertama hanyalah reaksi biologis dari ketertarikan semata. Nafsu instan ini biasanya akan hilang dengan cepat, seiring dengan adanya lawan jenis lain yang mungkin menarik di mata mereka,” ujarnya.


Meski begitu bukan berarti Anda tidak bisa menjalin hubungan dengan orang yang menarik perhatian di awal pertemuan. Bergstein menambahkan, cinta akan berkembang seiring dengan seringnya pertemuan yang dilakukan oleh dua insan.


Sehingga, akan tetap ada kesempatan untuk menjalin hubungan lewat pertemuan pandangan pertama.




(Andiasti Ajani, foto: rawpixel/pexels.com, besthealthmag.ca, katesping.com)