Jangan sampai persahabatan terputus hanya karena seorang laki-laki.

Durasi baca: 50 detik.


Siapa yang menginginkan perseteruan dengan seorang sahabat? Tentu tidak ada. Apalagi jika masalah yang terjadi adalah jatuh cinta dengan mantan kekasih sang sahabat. Sekalipun mereka sudah tidak memendam perasaan apapun, namun kisah masa lalu terkadang membuat salah satu pihak merasa canggung ketika harus berhadapan kembali. Terjerumus dalam situasi seperti ini memang tidak mudah, sehingga cobalah mgunakan beberapa langkah berikut ini.


MENGHARGAI PRIVASI PASANGAN

Saling terbuka satu sama lain adalah kunci utama dari keharmonisan sebuah hubungan. Meski begitu Anda juga harus sadar bahwa setiap orang memiliki ranah pribadi masing-masing, yang tidak bisa dilanggar atau dilewati. Sehingga pastikan untuk tidak melanggar hal tersebut, supaya Anda dan pasangan terhindar dari pertengkaran.


MEMINTANYA UNTUK TIDAK MEMBANDINGKAN

Jika si dia mulai membandingkan diri Anda dengan sang sahabat, sebaiknya mulailah bersikap tegas dan segera memintanya mengganti pembahasan lain yang lebih menarik. Hal ini tidak hanya memicu perdebatan Anda berdua, tetapi juga menimbulkan rasa sentimen negatif yang tinggi dengan sahabat ketika berpapasan dengannya.

(BACA JUGA: 5 Manfaat Bercinta Usai Bertengkar. Tidak Hanya Bikin Anda Bergairah!)



(Foto: theodysseyonline.com)


HINDARI SIFAT PARANOID

Rasa cemburu pasti akan Anda rasakan ketika tengah berjalan bertiga dengan pasangan dan sahabat. Namun, sebaiknya tetaplah bersikap sewajar mungkin tanpa perlu mencurigai satu sama lain.


Hindari pula sikap paranoid yang terkadang membuat Anda gegabah mengambil keputusan hingga melarang si dia untuk berteman dengan sahabat Anda. Tindakan ini justru akan membuatnya tidak nyaman dan berpikir bahwa pasangannya tidak mempercayai dirinya.


TAHU BATASAN DAN SALING MENGHORMATI

Jika teman Anda tidak ingin pergi ke suatu acara karena enggan bertemu mantan, hargai keputusannya. Biarkan sahabat dan pasangan Anda memutuskan seberapa banyak kontak yang mereka ingin lakukan antara satu sama lain. Jangan pernah memaksa bagaimana kedekatan seharusnya, karena hubungan akan berakhir tidak menyenangkan jika Anda terus memaksa.


(Nisa Rahtio/Andiasti Ajani, foto: pxhere.com)