Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kembali berhubungan setelah melahirkan.


Setelah melewati proses persalinan, Moms akan dihadapkan pada satu fase yang dikenal dengan masa prosnatal atau periode pasca melahirkan. Moms dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan pada saat tersebut. Tujuannya agar vagina tidak mengalami pendarahan setelah melahirkan, terutama persalinan normal. Namun, terkadang gairah seksual dalam diri membuat tidak sabar ingin segera melakukan berhubungan setelah melahirkan. 

(BACA JUGA: Pentingnya Melakukan Perawatan Terpadu Pasca Melahirkan)


Sebaiknya jangan terlalu terburu-buru, karena hanya akan melukai diri sendiri dan membuat sesi bercinta menjadi tak indah lagi. Berikut ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berhubungan setelah melahirkan.


WAKTU TERBAIK

Kapan waktu terbaik untuk berhubungan setelah melahirkan? Perlu diketahui, setiap perempuan memiliki siklus yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu sekitar 3 minggu, namun ada juga hingga 6 minggu. Menurut British Journal of Obstetrics & Gynaecology, 41 persen waktu terbaik untuk bercinta adalah 6 minggu setelah melahirkan.


DORONGAN SEKSUAL DATANG

Apa yang harus dilakukan jika dorongan seksual tiba-tiba datang padahal belum waktunya untuk kembali berhubungan setelahmelahirkan? Tak dapat dipungkiri, kehidupan seksual menjadi salah satu dari kebutuhan pasangan suami istri. Namun, apabila kondisi belum memungkinkan, cobalah untuk menahan sejenak. Moms bisa melakukan foreplay dengan suami, menyentuk titik sensitif, atau oral seks.


(Foto: Freepik.com/senivpetro)


TERASA SAKIT

Setelah Moms melewati masa tersebut dan pendarahan mulai berhenti, maka sudah diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual. Sayangnya, ketika mulai bercinta rasa sakit, seperti malam pertama, justru datang dan membuat hasrat bercinta menurun. Hal ini dikarenakan vagina terlalu kering dan bekas jahitan masih terlalu basah, sehingga menimbulkan rasa nyeri.


MENINGKATKAN LIBIDO

Pasca melahirkan, sebagian besar perempuan mengalami penurunan tingkat libido, karena alasan kesibukan, kelelahan, dan rasa nyeri, sehingga tidak bergairah untuk bercinta. Saat itulah suami harus ambil peran yang cukup kuat. 

(BACA JUGA: 9 Tanda Baby Blues pada Ibu Setelah Melahirkan, Moms Harus Tahu!)


Ia sebaiknya merangsang seluruh titik sensitif dan bersabar untuk melakukan foreplay yang cukup panjang, agar cairan lubrikasi dapat lebih maksimal. Tujuannya, agar terhindar dari rasa nyeri yang terkadang membuat Moms menjadi trauma untuk kembali bercinta.


KEMBALI HAMIL

Hal ini mungkin saja terjadi, karena bagaimana pun sel sperma masuk ke dalam indung telur, maka pembuahan bisa saja kembali terjadi. Selain itu, selama masa nifas Moms tidak akan mengalami siklus mestruasi, artinya kemungkinan hamil menjadi cukup besar. Jika Moms belum siap, sebaiknya tetap gunakan pengaman.

(Elizabeth Puspa/Mondials Anindhita, foto: Freepik.com/lookstudio)