Temukan juga cara mengakhiri kepalsuan tersebut.

Durasi baca: 1 menit 20 detik.


Pernah atau sering memalsukan orgasme? Anda tidak sendirian karena berbagai penelitian mengungkapkan bahwa lebih dari 50% perempuan kerap memalsukan orgasme. Indiana University bahkan mendapatkan angka sangat fantastis, yakni 65% perempuan dari 3.000 responden mengaku sering memalsukannya.


Perempuan melakukannya bukan tanpa alasan. Menurut penelitian di universitas tersebut, orgasme palsu dilakukan karena berbagai alasan. Misalnya saja karena lelah melakukan hubungan seksual, ingin membangun rasa percaya diri pasangan, takut menyakiti pasangan, dan khawatir bahwa dirinya tidak sesuai dengan ekspektasi pasangan.


Jujur pada pasangan sering dianggap sebagai satu-satunya jalan demi kepuasan diri. Namun sebelum mengambil langkah tersebut dan menyinggung pasangan, Anda dapat mengacu pada penelitian dari Hite Report dan Glamour Magazine. Dengan memahaminya, Anda akan mengetahui bagaimana cara yang tepat agar bisa mencapai orgasme sehingga dapat mengomunikasikan pada pasangan melalui gerakan tubuh saat bercinta.


SAAT BERSETUBUH

Menurut Hite Report, hanya 26% perempuan dari 3.000 responden yang dapat mengalami orgasme ketika sesi intercourse. Tidak berbeda jauh, Glamour Magazine mendapatkan angka 28% dari 2.000 responden perempuan yang bisa orgasme saat sesi utama bercinta.

(BACA JUGA: Kenali 7 Hal yang Menandakan Organ Intim Anda Tidak Sehat)


Bagi yang sering mengalami orgasme saat bersetubuh, maka merupakan sebuah keuntungan. Pasalnya, tingkat sensitif tertinggi pria ada di kulit penis yang terstimulus dengan gesekan pada dinding vagina. Ini membuat peluang Anda dan pasangan untuk bisa mengalami orgasme secara bersamaan menjadi lebih besar.